Ayo Idik! Kami Percaya Kamu Bisa Jadi Hafidz Quran

Kasih Sayang Indonesia Bertumbuh kembang menjadi anak yang normal pernah dirasakan Idik (16 Th), seorang anak penderita penyakit Distrophia Muculor Progresive (DMP) yaitu penyakit lemah otot yang mengakibatkan semua anggota tubuh tidak bisa digerakan dan fungsikan sebagaimana mestinya. Sejak usia 9 Tahun, Idik sudah menunjukan gejala-gejalanya, ia seringkali tiba-tiba jatuh dan lemas saat sedang berjalan.

Saat ini Idik tidak bisa melakukan kegiatan apapun, bahkan untuk sekedar duduk saja tidak bisa, ia hanya bisa terbaring di Kasur dan menggantungkan segala kebutuhanya kepada kedua orantuanya. Ditengah keterbatasaanya, Yani, Ibu Idik berupaya memenuhi keinginan Idik untuk meneruskan pendidikan formalnya disekolah. Idik sangat bersemangat ketika menjalani rutinitas belajar di sekolah bahkan ia menjadi salah stau murid berprestasi di kelasnya, ia pun memiliki hafalan Al – Qur’an yang cukup baik.

Cita-cita Idik hanya satu, ia ingin menjadi pengahafal Al Qur’an dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.
Ayahnya seringkali memfasilitasi anaknya untuk menambah dan memelihara hafalan Al Qur’annya. Idik pun memiliki kemampuan akademik yang luarbiasa terutama dalam bidang pelajaran matematika dan pengetahuan umum, kedua bidang tersebut sangat disukai oleh Idik

Yani, Sering kali menggendong, mengantar dan menemani Idik belajar hanya agar anaknya bisa menggapai cita-citanya untuk tetap belajar dan meneruskan sekolahnya. Perjuangan Yani pun tidak sampai disana, ia juag harus mengurusi suaminya yang sakit karena adanya penyumbatan pembutuh darah di bagian kaki yang mengakibatkan suaminya tidak bisa berjalan dan mengharuskan melakukan operasi.

Berjuang serorang diri menghidupi anak dan suaminya yang sakit, iapun harus bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan keluarganya dan hanya melalui penglihatan dan pendengaran, tidak menghentikan semangat Idik untuk tetap belajar dan sekolah, tentu ini membuat Yani tidak berputus asa.

Saat ini kondisi Idik cukup memprihatinkan, penyakit ini membuat tubuh Idik semakin mengecil, tulang-tulangnya bengkok bahkan menggeser ke posisi yang tidak seharusnya. Sehingga membuat Idik semakin kesulitan untuk menggerakan badannya yang kini lumpuh total dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA. Menurut keterangan dokter Idik harus menjalani pengobatan dan terapi medis secara intensif di salah satu rumah sakit Singapore dengan metode pengobatan kromosom, hal ini dilakukan untuk memperlambat perjalanan penyakit yang dideritanya. Namun akibat keterbatasan ekonomi, hal itu tidak bisa dilakukan.

Sahabat, ACT Tasikmalaya berikhtiar untuk bantu ringankan beban Idik agar ia bisa Sembuh dan melanjutkan sekolahnya. Kami juga butuh dukunganmu Sahabat! Caranya:

Klik “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran dengan GO-PAY
Klik “DONASI” dan ikuti langkah selanjutnya
______________________________________