Bantuan Kaki/Tangan Palsu bagi Sahabat Disabilitas

 

Kasih Sayang Indonesia – Sahabat, di luar sana ada banyak Sahabat Disabilitas yang membutuhkan bantuan kita. Beberapa di antara mereka sejak lahir telah mengalami disabilitas hingga dewasa. Meskipun begitu mereka tidak menyerah pada keadaan dan terus menjalani hidup, seperti kisah inspiratif dari ketiga sahabat disabilitas ini.


Namanya Azkiya (10 tahun).
Sejak lahir, Azkiya sudah mengalami disabilitas. Walaupun begitu, ia tidak pernah merasa minder atas apa yang terjadi kepadanya. Azkiya menjalani hidup dengan penuh semangat. Sehari-hari, Azkiya pergi ke sekolah, mengaji, dan bermain bersama teman-temannya. Ia sangat menginginkan kaki palsu untuk memudahkan aktivitasnya. Sayangnya, orang tua Azkiya belum bisa memenuhi impian anaknya ini karena keterbatasan ekonomi. Ayah Azkiya bekerja serabutan, sedangkan Ibu Azkiya bekerja sebagai buruh tani.


Ini adalah Ibu Watisah (35 tahun)
Ibu Watisah sejak lahir sudah mengalami disabilitas. Hal ini membuatnya minder saat beliau kelas 2 SD hingga beliau berumur 18 tahun ketika bertemu dengan orang. Seiring dengan berjalannya waktu, rasa minder itu berkurang. Sekarang Ibu Watisah sudah menikah dan memiliki 1 anak yang mengisi kebahagiaan beliau. Ibu Watisah merasa bersyukur setelah adanya bantuan kaki palsu dari BAZNAS Jabar. Beliau menjadi semakin percaya diri dan dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Sehari-harinya, Ibu Watisah bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Walaupun penghasilannya tak seberapa, namun Ibu Watisah tidak pernah minder atas apa yang terjadi pada dirinya.


Ini Pak Iwan (34 Tahun)
Pak Iwan mengalami kecelakaan pada tahun 1990, tepatnya di daerah Rancaekek yang mengakibatkan telapak kaki kanannya hancur, dan tulang pahanya patah. Setelah kejadian tersebut, tulang paha beliau dipasang pen dan beliau harus menjalani prosedur operasi di telapak kaki kanannya.

Setelah tahun 2019, sakit yang dialami Pak Iwan kambuh akibat kecelakaan tersebut. Pak Iwan mengalami sakit di telapak kaki kanan, dan menurut diagnosa dokter Pak Iwan mengalami infeksi tulang. Tim dokter memutuskan mengamputasi kaki Pak Iwan karena sudah terjadi pembusukan.

Untuk memenuhi hidup sehari-hari, Pak Iwan bekerja sebagai pemain keyboard organ tunggal panggilan. Walaupun penghasilannya tak seberapa, namun Pak Iwan tidak pernah minder atas apa yang terjadi pada dirinya.

Azkiya, Bu Watisah, dan Pak Iwan adalah tiga dari banyaknya Sahabat Disabilitas yang membutuhkan dukungan agar tetap bisa berkarya di masyarakat. Maka dari itu, BAZNAS Provinsi Jawa Barat ingin mengajak Anda untuk membantu para Sahabat Disabilitas mendapatkan alat bantu berupa tangan dan kaki palsu.
Pemberian alat bantu ini bertujuan meningkatkan kemampuan Sahabat Disabilitas dalam pemenuhan hak dasar. Hak dasar tersebut adalah memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi mereka yang dapat berguna dalam membantu mobilitasnya.

Dalam produksi dan penyaluran tangan dan kaki palsu, BAZNAS Provinsi Jawa Barat akan bekerjasama dengan kelompok Anugrah Jaya Disabilitas yang merupakan usaha binaan #baznasjabar.


Selain mereka, ada puluhan Sahabat Disabilitas lain yang menjadi penerima manfaat program ini.

Yuk ikut bantu memberikan tangan dan kaki palsu kepada Sahabat Disabilitas dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, Sahabat juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Terima kasih atas doa, dukungan dan bantuannya.