Patungan Semen untuk Dirikan Masjid Pelosok Garut

 

Peduli Kasih Indonesia – Masjid yang berada jauh terpencil di pelosok garut ini, kondisinya sangat memprihatikan dan terancam ambruk.  Lihat saja, bangunan masjid semi permanen ini sudah lapuk dan keropos. Tembok yang berdinding kayu juga banyak di tambal. Masjidnya juga tidak cukup luas dan apabila turun hujan maka Masjid ini kerap bocor.

Inilah Masjid Sirojul Huda, lokasinya berada dikampung Kalapeu, Desa Karang Sewu, Kecamatan Cisewu, kabupaten Garut. Untuk dapat menuju lokasi Masjid tersebut , mendan yang dilalui sangat berat dan terjal karena jalan yang belum tersentuh dengan aspal. Jika di tempuh dari Garut Kota, dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan.

Lokasi Masjid di atas bukit dengan akses jalan yang terjal (Masjdinusantara.org)

Masjid Sirojul Huda ini di bangun pada tahun 2003 dengan ukuran awal 3×4 meter, karena warga Kampung Kalapeu pada waktu itu masih sekitar 7 KK saja. Namun dengan bertambahnya jumlah penduduk  yang cukup signifikan, saat  ini warga kampung Kalapeu mencapai 43 KK.

Kemudian pada tahun 2009 Masjid Sirojul Huda diperluas menjadi 6×6 meter yang saat ini bisa digunakan warga dalam menjalankan Ibadah shalat lima waktu, shalat jum’at, terawih, sholat ied dan anak-anak mengaji.

Aktivitas warga kampung Kalapeu yang beribadah di Masjid yang sempit dengan penerangan yang minim. Bilamana turun hujan maka air kerap masuk kedalam Masjid.

Lantai keramik yang rusak (kiri), pondasi bangunan miring nyaris ambruk (kanan).

Warga harus menerima kenyataan dengan kondisi Masjidnya yang semakin hari semakin memprihatikan. Saban hujan, Warga yang sedang beribadah di masjid selalu basah, karena terkena cipratan air dari atap yang bocor. Dinding kayu pun sudah lapuk dimakan rayap dan lantai keramik yang rusak berat serta kondisi penerangan yang seadanya.

“Masjid ini sudah  hampir roboh dan tidak layak digunakan, bilamana hujan pasti akan bocor. Kalau ada pengajian warga pasti akan kebasahan. Maka dari itu kami ingin sekali jika Masjid ini di renovasi” harap ketua DKM Masjid, Usep Suherman.

Tembok kayu yang sudah lapuk dan berlobang, rawan bocor saat hujan.

Untuk merenovasi Masjid ini warga telah melakukan berbagai cara, mulai dari pengajuan proposal ke berbagai intasi dan terakhir warga juga menyisihkan sebagian dari penghasilan kami yang mayoritas sebagai petani  kapol dan Kopi hanya bisa membuat pondasi penahan tanah, karena lokasi masjid yang berada di lereng bukit” ungkapnya.

“Sementara untuk ke Masjid terdekat, lokasinya jauh pisan, sekitar 2 kilometer atau 2 jam berjalan kaki”ungkap Usep.

Sahabat jangan menunggu Masjid itu ambruk!!  Mari kita sama-sama  membantu warga kampung Kalapeu memiliki Masjid yang kokoh dan nyaman.

  1. Klik tombol berwarna merah “DONASI SEKARANG”
  2. Masukan nominal DONASI
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.