AL vs ALL (Acute Limpoblastic Leukemia)

Assalamu’alaikum

salam bagi semua orang baik di segala penjuru negeri

Kami adalah orang tua dari Muhammad Alfariza Rahman (2th), anak pertama kami yang biasa dipanggil Al.

Kasih Sayang Indonesia Al tumbuh layaknya anak seusianya, aktif dan ceria. Mulai pertengahan November 2018 Al sering demam, sering menangis kesakitan di malam hari, kurang nafsu makan, wajahnya begitu pucat, berjalan limbung dan kadang terjatuh. Sampai saat ini Al belum bisa berjalan kembali setelah jatuh dari tempat tidur, kakinya sering sakit yang awalnya kami kira hanya terkilir.

Karena merasa curiga, awal bulan Januari ketika sedang berkunjung ke rumah orang tua, kami periksakan Al ke dokter anak, melihat kondisi Al dokter langsung meminta untuk cek darah, dan hasilnya semua komponen darah (Hemoglobin, Leukosit, Trombosit) nilainya berada jauh dibawah batas normal, dokterpun langsung merujuk ke RS untuk segera melakukan tranfusi.

Al terlihat lebih segar setelah transfusi, namun dari pemeriksaan morfologi darah tepi menunjukkan hasil yang tidak normal, terdapat sel blast (sel muda yang harusnya hanya berada di sumsum tulang saja) dan juga peningkatan limfosit (komponen sel darah putih yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh) hingga 70% yang normalnya hanya 20-40%, kecurigaan dokter bertambah karena dari hasil USG ternyata ada pembengkakan Hati dan Limpa. Pihak RS meminta Al segera dibawa ke RS di Jakarta untuk tes lanjutan, malam itupun kami berangkat dengan Ambulan.

Setelah dilakukan tes BMP (Bone Marrow Puncture), dokter menyatakan Al terkena ALL (Acute Lymphoblastic Leukemia) atau kita biasa mendengarnya kanker darah. Acute leukemia adalah tipe leukemia dengan pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga harus segera mulai dilakukan tindakan kemoterapi ditambah lagi hasil pemeriksaan BMP sel blast dalam sumsum tulangnya sudah sampai 52% yang dalam keadaan normal persentasenya hanya 0.1-1% saja. Dokter menjelaskan sakit pada kaki yg sering dirasakan Al bahkan sampai membuat demam merupakan gejala dari ALL yg disebabkan infiltrasi sel blast kepersendian dan sumsum tulang.

Sesak sekali dada ini mendengarnya, air mata sudah tak lagi terbendung, terbayang puluhan kali jarum suntik yang akan menancap, kami berjalan limbung seolah gravitasi bumi berkurang.

Perjuangan Al dan kami nampaknya akan panjang, pengobatan akan berjalan 2-3 tahun, dan maintenance 4-10 tahun. Kami berusaha memberikan metode pengobatan yang terbaik untuk Al, selain kemoterapi juga terapi cangkok sumsum tulang (stem cell) untuk pengobatan leukemia. Pengobatan ini dapat mempercepat kesembuhan pasca kemoterapi dan mengurangi persentase realeps (kambuh). Kami akan mencoba pengobatan ini jika diperlukan dan memungkinkan dilakukan karena biaya terapi cangkok sumsum tulang ternyata tidak sedikit, setelah kami mencari info biayanya lebih dari 1Milyar rupiah tergantung kondisinya nanti. Tentu saja kami sangat-sangat butuh support dan do’a dari semuanya, juga tak sedikit biaya untuk obat, cek lab juga keperluan Al yang tidak ditanggung BPJS.

Dengan segala kerendahan hati, sekiranya berkenan membantu, kami sangat-sangat berterima kasih, insya Allah dana yang terkumpul akan kami gunakan dengan bijak, seperti

1. Membeli obat, vitamin, cek lab dan treatment yang tidak di ditanggung BPJS

2. Cangkok sumsum tulang jika diperlukan

3. Keperluan Al lainnya

untuk membantu Al, teman-teman bisa berdonasi dengan cara :

1. klik tombol berwarna merah “DONASI SEKARANG”

2. Isi data diri dan pilih metode pembayaran