Bantu Bayi Ibu Arni Pulih

Kasih Sayang Indonesia Satu bulan sudah Bu Arni dan Pak Andreas berpisah dari anak pertama mereka. Masih ingat diingatan Bu Arni, saat persalinan ia tak bisa mendengar suara tangisan bayinya. Perasaannya tak tenang…

Dan ternyata benar, putri semata wayangnya lahir dalam kondisi badan yang membiru dan tak bisa menangis. Berat anaknya waktu itu hanya 1 kg.
Momen Natal Desember lalu mereka habiskan di ruang NICU bersama anaknya. Sembari berdoa, kiranya kapan Tuhan berikan mukjizatnya untuk anak mereka.

Bayi Bu Arni memang terpaksa dilahirkan secara prematur. Kala itu tensi Bu Arni naik drastis hingga 240 dan tak terkontrol lagi. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa bayi di dalam perutnya.

Akhirnya saat itu dokter memutuskan untuk operasi. Pasca operasi pun Bu Arni tak bisa menggendong bayinya karena harus dilarikan ke ruang NICU. Berbagai selang dan kabel menempel di badan anaknya.

Satu bulan berlalu, Bu Arni baru bisa menggendong anaknya. Itupun dengan pengawasan ketat tim medis.
Bu Arni hanya bisa pasrah, ia tak mau kehilangan bayinya lagi. Saat lahir memang bayinya sempat kehilangan napas. Namun kuasa Tuhan membawa napas bayinya kembali lagi.

Sebagai sales lampu dengan penghasilan 100 ribuan/hari, Pak Andreas, suami Bu Arni terus berjuang berjuang. Tak seharipun ia lewatkan tanpa bekerja, sesekali ia curi waktu dan mampir ke rumah sakit hanya untuk menengok si kecil.

Sempat terlintas menjual motor tua miliknya, namun setelah tahu harga pasaran, ternyata harga motornya hanya mampu membayar tagihan NICU selama 3 hari saja. Akhirnya ia urungkan niat menjual motor karena selama ini motor tersebut tumpuannya saat bekerja. Jika tak ada motor, bagaimana ia bisa menawarkan lampu-lampu dagangannya.

#OrangBaik, Pak Andreas dan Bu Arni sudah berjuang semampunya, namun biaya rumah sakit tak juga terlunasi. Bahkan anak mereka pun belum sembuh total.

Yuk kita sisihkan sedikit rezeki untuk membantu kesulitan mereka dengan cara:

Klik tombol “Donasi Sekarang”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit)
Donatur akan mendapat laporan via email.
——-