Bantu Pri, Preman Pensiun yang Asuh Yatim Piatu

Peduli Kasih Indonesia – “Nama saya Prihanggono tapi biasa dipanggil Pri Beruntung. Ya biar selalu beruntung.” Kata pri saat ditemui Kumparan dip anti asuhannya, senin (10/2)

 

Namanya Prihanggoni kelahiran Semarang, Jawa Tengah 43 tahun lalu. Ketika pertama bertemu tampilannya urakan dengan rambut gondrong dan tato yang melingkar di lehernya. Dia tak malu mengakui bahwa dirinya dulu adalah seorang preman, yang menarik uang keamanan took-toko di  jalan Pamularsih, Semarang.

Tapi itu dulu, kini dia telah bertobat. Sekarang  dia merawat 21 anak yatimjalan hidup memang sulit di tebak. Siapa sangka seorang ketika SMP sudah berjualan Pil Koplo ini, kini telah memiliki panti asuhan yang dia dirikan mandiri tanpa proposal. Dia juga pemilik Warung Kong Suu di Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman yang dikelola bersama anak asuhnya, sebagai penompang hidup panti asuhan.

Hanya satu kuncinya, sedekah kata Pri, si Preman pension ini. Sedekah itu yang membuat dirinya menjadi seorang yang lebih baik dan lembut. Hati yang lembut pula lah yang membuat seseorang terbuka pendengarannya dan bisa menerima nasihat.

“SMP dulu di jalan Pamularsih ya minta jatah-jatah gitu terus saya buat beli minum,” katanya.

Mulai 2013 pun dia  merintis panti di rumah mertuanya. Semula hanya 8 anak yang dia rawat hingga sekarang sudah bertambah menjadi 21. Mereka terdiri dari usia balita hingga SMA. Dari awalnya hanya menumpang dan kini dia sudah membangun panti asuhan dengan membeli tanah milik kakek mertuanya di Desa Widodomartani.

Pak Pri Sedang Menghapus Tato

Di Panti Asuhan itu juga dibuka layanan hapus tato gratis. Dari pantauan Kumparan, antrean layanan hapus tato itu sudah mencapai 27 orang. Prihanggono yang juga pemilik Warung KongSuu menggarap dengan telaten pasiennya. Hanya menggunakan sebuah mesin laser dirinya juga di bantu dengan beberapa santrinya.

“Alhamdulilah saya hijrah dari dulu preman, terus jadi debt collector. Alhamdulilah sudah mendirikan panti asuhan Daarul Qolbi selama enam tahun tanpa proposal tanpa meminta-minta. Kita doanya minta dipertemukan dan alhamdulilah cukup,” ujar Prihanggono.

Kumparanderma membuka donasi bagi Pak Pri agar panti asuhan dan layanan penghapusan tato tetap bisa berjalan. Mari bantu mereka dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang”
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

Jangan Lupa sebarkan berita ini agar lebih banyak kebaikan mengalir untuk Pak Pri Beruntung dan 21 anak asuhnya.