Rumah Qur’an untuk 70 Anak Dhuafa

Peduli Kasih Indonesia – Perjuangan bu Afifah untuk melanjutkan pesan almarhum ayahnya masih beliau jalankan sampai sekarang, menjaga TPQ yang sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu.

Bu Afifah menjadi kepala sekaligus pengajar TPQ “Dhuafa” di Desa Ketangirejo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan Jawa timur, bersama lima orang pengajar lainnya. Bu Afifah sendiri mulai Mengajar sejak 1994 bersama ibunya dan sudah banyak lika liku yang beliau lalui untuk mempertahankan TPQ “Dhuafa” agar terus ada hingga sekarang.

Mengajar bertahun – tahun bu afifah hanya mampu menggaji para guru 4 ribu rupiah perhari, itupun dibayar setiap satu bulan sekali. Para muridpun hanya dikenakan biaya 2 ribu perminggu, “kami nggak memaksa santri untuk bayar, 2 ribu perminggu itupun masih ada yang tidak bayar,” kata bu afifah.

 

Sampai saat ini bu afifah beserta 5 pengajar lainnya memiliki sekitar 70 murid mulai usia 6 tahun sampai 12 tahun. jika uang iuran mingguan murid yang dikumpulkan tidak mencukupi, maka bu afifah yang menambah kekurang untuk menggaji para pengajar.

Sebelum mendapatkan bantuan untuk mendirikan ruang yang layak, sehari – hari proses belajar dilakukan dirumah bu afifah yang menyatu dengan dapur. Dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya sering bocor.

 

untuk biaya kehidupan sehari hari hanya bergantung pada iuran muridnya itupun tidak seberapa. “saya tidak punya apa – apa, tapi hati saya pasrahkan ke Allah,” tambah bu afifah. Ditengah tekanan dan keterbatasan yang bu afifah hadapi, beliau masih tetap memperjuangkan dengan tekad yang kuat untuk tetap menjaga TPQnya terus bertahan. Membantu anak – anak dikampungnya agar bisa belajar mengaji dan membaca Al –Qur’an.

Yuk para dermawan, bantu bu afifah terus menjaga TPQ peninggalan ayahnya, agar terus dapat mengajarkan Al -Qur’an kepada anak -anak kampung di desa ketangirejo.