Sebatang Kara & Tahan Sakitnya Infeksi Paru-paru

Peduli Kasih Indonesia – Mbah Kasih tahan sakitnya infeksi paru-paru seorang diri dan harus berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya karena tak punya rumah! Hanya berteman sepi, Mbah kasih selalu rindukan almarhum suaminya yang telah tiada bertahun-tahun lalu, janjinya pada suaminya buatnya terus bertahan hidup

“Sering rasanya aku pasrah sama hidupku. Rasanya ga sabar sampe waktunya bisa gabung sama suamiku di akhirat. Duniaku hancur dulu waktu suamiku meninggal

Tapi hidup itu berkah dari Gusti Allah, kalo aku ga jalanin dengan baik, aku ndak bersyukur namanya. Meskipun sekarang ada infeksi paru-paru dan badanku sakit semua sampai sesak nafas

Sekarang aku cuma bisa berdoa sama Gusti Allah minta diangkat penyakitnya. Berdoa buat orang-orang yang bukan saudara sedarah, orang-orang yang dipanggil teteangga yang ngasih aku pertolongan, ternyata aku ndak benar-benar sendiri…” – Mbah Kasih, 69 Tahun

Dulu, saat muda Mbah Kasih bermimpi untuk hidup berdua dengan suaminya sampai ajal menjemput. Namun, mimpi itu sirnah karena sang suami harus dipanggil oleh Yang Maha Kuasa


Saat ini, Mbah Kasih hidup sebatang kara. Meski begitu, Mbah Kasih tidak pernah kehilangan semangat hidup. Janjinya kepada almarhum suaminya membuatnya terus berjuang untuk hidup

Saat ini Mbah Kasih sedang tahan sakit di dada karena infeksi paru-paru yang gerogoti tubuhnya. Tak sekalipun Mbah Kasih pernah berobat
Keadaan diperparah karena di usianya yang sudah tua, Mbah Kasih sudah tak lagi bisa bekerja. Karena tak ada penghasilan kaadang tak ada sesuap nasipun yang masuk ke dalam mulutnya, tubuhnya mengurus dan tak lagi memiliki tenaga

Namun, Mbah Kasih dikagetkan dengan kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh tetangga-tetangga yang peduli padanya. Mbah Kasih dibawa ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya


Melihat hal ini, kembali Mbah Kasih memiliki keyakinan untuk sembuh dan jalani hidupunya. Meski saat ini, ia kebingungan untuk membayar Rumah Sakit, karena tetangga yang membawanya ke RS pun masih memiliki tanggungan di rumah
Mbah Kasih pun tak ingin semakin merepotkan orang-orang yang telah berbuat baik padanya


Sahabat, kita bisa bantu meringankan beban Mbah Kasih supaya beliau bisa dengan tenang berobat dan jalani hari tuanya. Kita bisa temani Mbah Kasih jemput kesehatannya dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi secara materil, kita juga bisa temani mbah Kasih yang sendirian dengan membagikan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat! Agar, banyak yang terajak untuk sama-sama menjadi keluarga baru Mbah Kasih!