Lawan Corona: Sembako Untuk Pekerja Harian

“Biasanya bisa bawa pulang sampai 300 ribu, seminggu terakhir dapet 100 ribu aja dah hebat. Ini dari pagi malah belum panglaris.”, keluh Adi salah satu pedagang kaki lima di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan.

“Saya juga merasakan, jualan ketoprak, seminggu laku hanya 4 porsi. Tetap ikhtiar dan berserah diri sama Allah.”, Gozali, pedagang ketoprak keliling di Bogor Tengah.

“Sepi banget orderan orang sekarang, kebanyakan lebih ke barang. Itupun jarang banget. Bayangkan saja dari jam 06.00 sampai jam 09.00 baru dapet satu orderan.”, ujar Rizki, pengemudi ojol di daerah Lenteng Agung.

Tidak hanya di Jabodetabek, saat menyalurkan bantuan, kami bertemu seorang nenek bernama Ruke di daerah Pangkep Sulawesi Selatan (foto ke dua) yang tinggal seorang diri yang juga terdampak Covid-19.

Kisah-kisah di atas hanya sedikit dari sekian banyak kisah para pekerja harian yang terancam tak punya uang untuk makan hari ini.

Mereka lebih memilih keluar rumah dengan resiko tertular daripada harus melihat anak istri yang kelaparan.

Tidak kerja hari ini, bisa tidak makan hari ini.
Sedih mebayangkan bagaimana mereka harus bertahan di tengah kondisi seperti ini.

Namun kita yakin, jika kita bergerak bersama, kita pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Mari bergerak, mulai dari diri kita, bantu mereka yang berjuang bertahan hidup di tengah pandemi ini.


Salurkan bantuan Anda dengan klik “Donasi / Donasi Sekarang”

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di:

Instagram: @officialinsani | twitter: @officialinsani | Facebook: officialinsani

INSANI Office: Jl. M. Kahfi 1 No. 90 A RT.9/RW6, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12620

WA Center : +62 821-2399-8593