Adik Ridho & Kakek Nenek Hidup dengan 40.000

Peduli Kasih Indonesia – Sukakah kamu, andaikan hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu sudah terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda).

Begitu memilukan kisah adik ridho, sejak berusia 3 tahun sudah menjadi yatim ditinggal ayahnya meninggal dunia karena sakit paru-paru basah, Ibu kandungnya pun tidak mau merawat dan memilih pergi meninggalkan adik ridho.

Kini hanya kakek dan neneknya yang mau merawat dan membesarkan adik ridho dengan tulus, apapun yang dimiliki mereka diberikan untuk kebutuhan hidup adik ridho sekalipun dalam kondisi serba kekurangan.

Kakek ridho bernama Suyatno berusia 60 tahun hanya menjadi seorang buruh tani tebu, sedangkan neneknya bernama Misti berusia 47 tahun merawat sapi milik orang lain. Berangkat jam 7 pagi sampai jam 4 sore kakek suyatno hanya mendapatkan bayaran 40 ribu perhari.

Ridho dan kakek neneknya tinggal disebuah rumah dengan kondisi yang sangat memilukan. Atap gentengnya yang sudah bocor dan dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk, menimbulkan rongga sehingga dinginnya angin terasa menusuk saat malam tiba.

Bukan hanya itu saja, setiap malam Ridho bersama kakek neneknya tidur di sebuah kasur yang menjadi satu dengan dapur dan ruang tamu, bisa dibayang betapa tidak enaknya kondisi mereka. Saat hujan tiba, kasur yang mereka tempati akan basah karena terkena tetesan air hujan, rumahnya pun bergoyang dan semakin miring saat angin berhembus kencang.

Memilukannya lagi, rumah yang mereka tinggali harus dibagi dua dengan sebuah kandang sapi, sapi yang nenek misti rawat milik orang lain. Bau tak sedap sangat terasa dari dalam rumah, bau kotoran sapi masuk melalui celah celah dinding bambu rumah mereka. “mau rumah tingkat, biar bisa tidur sama emak (nenek) dan bapak (kakek),” kata adik ridho.

Pendapatan mereka hanya cukup untuk dimakan sehari saja, untuk makan besok mereka masih tidak tahu pasti. Kebutuhan sekolah TK adik ridho pun masih banyak yang harus dilunasi, harus membayar seragam dan kebutuhan lainnya. “Ya kami syukuri apa adanya begini, yang penting cucu saya bisa sekolah,” kata kakek Suyatno.

Betapa tulus dan ikhlas niat kakek Suyatno dan nenek Misti, merawat dan membesarkan cucunya yang yatim. Mereka mengorbankan segalanya agar adik ridho masih bisa tersenyum bahagia sekalipun tanpa ada ayah dan ibunya.

Kini saatnya kita ambil bagian, membahagiakan dan memuliakan seorang yatim yang masih kecil, yang berhak untuk mendapatkan kebahagiaan.

Sahabat maukah membantu memberikan kehidupan layak adik Ridho dan kakek neneknya? dengan cara :

  1. Klik “DONASI SEKARANG”
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI
  4. Syariah/BRI/Kartu Kredit)
  5. Dapat laporan via email
    ______________________________________

Disclaimer:

  1. Donasi yang terkumpul digunakan untuk membangun rumah layak dan bantuan ekonomi Adik Ridho dan keluarga.
  2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR).
  3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: ACT Malang (+62 85110434343).