Bantu Nenek yang Sedang Stroke menunggu Kepulangan Anaknya

Bantu PostTerhadap rasa sakit akibat stroke, Nenek Supini berusaha keras menghadapi hari-hari sendirian, sementara anak yang merawatnya setiap hari berjuang untuk bertahan hidup di rumah sakit karena luka bakar 60%!

Ibu mana yang tidak panik mendengar tetangga mengatakan seperti itu pada malam hari? Itulah yang dirasakan Nenek Supini ketika putranya, Pak Amat, dinyalakan ketika dia menjaga pos patroli di lingkungannya. Setelah kehilangan suaminya 8 tahun yang lalu, dia tidak bisa membayangkan kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki.

Pak Amat, yang menjaga pos penjaga pada saat itu, tidak berharap untuk dibakar ketika lilin di dekatnya disentuh dan jatuh di atasnya. Api dengan cepat menyulut tubuhnya dan hanya padam ketika ia jatuh ke parit. Warga segera membawanya ke rumah sakit terdekat, tetapi api sudah memakan 60% tubuh Pak Amat

Saat di rumah, sang ibu hanya bisa mendengar dari tetangga yang bergiliran menemani Pak Amat di rumah sakit. Nenek Supini, yang menderita stroke, tidak bisa melihat anak itu, jadi dia hanya bisa menangis sendirian di rumah.

Dokter juga mengatakan bahwa tanpa operasi, Pak Amat akan diancam. Tanpa perawatan sampai sembuh, Pak Amat akan mengalami komplikasi berbahaya, seperti infeksi, dehidrasi parah, bahkan nyawanya bisa hilang!

Sementara selama ini, gajinya tidak ditetapkan sebagai buruh harian, hanya cukup baginya dan ibunya makan setiap hari. Di mana dia dapat menemukan Rp100 juta sehingga dia dapat pulih dan merawat ibunya?

#OrangBaik, Nenek Supini dan Pak Amat benar-benar merindukan kehadiran satu sama lain di rumah. Mari kita bantu mereka dengan:

-Klik “Donasi Sekarang“.

-Masukkan nominal donasi.

-Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

-Teman-teman akan mendapat laporan via email.

————–

Disclaimer:

– Sumbangan hanya akan didistribusikan kepada pasien di Rumah Sakit Umum Eshmun Medan yang menggalang dana di Kitabisa.

– Sumbangan hanya akan diarahkan untuk penggalangan dana yang telah diverifikasi oleh tim Kitabisa.

– Tim Rumah Sakit Umum Eshmun Medan akan menentukan pemilihan distribusi bantuan berdasarkan berbagai faktor, seperti urgensi perawatan, dana yang cukup, dll.

– Perkiraan biaya medis untuk Amat Bugiono (pakamatbugiono) di Rumah Sakit Eshmun di Medan adalah Rp. 100 juta.

– Informasi pasien pra-sejahtera lainnya yang dibantu di Rumah Sakit Eshmun di Medan dapat dilihat di halaman pembaruan

Salam,

Kitabisa untuk Rumah Sakit Umum Eshmun Medan

Penafian: Informasi dan pendapat yang ditulis di halaman kampanye ini adalah milik dari juru kampanye (pihak yang mengumpulkan dana) dan tidak mewakili Kitabisa.