Bantu Ghazia Lawan Penyakit Jantung Tanpa Ibu

“Pak, bu.. Aku titip Ghazia ya.. Jangan kasih dia ke siapa-siapa, cuma bapak dan ibu yang bisa merawat dia.. Kalau ngga ada bapak dan ibu, dia ngga punya siapa-siapa lagi..”

***

Sejak kehilangan sang ibu, kesehatan Ghazia yang sejak bayi divonis menderita kelainan jantung menurun drastis. Kuku dan bibirnya membiru, badannya lemas dan tak kuat berjalan jauh. Hari-harinya dilewati rasa rindu akan ibunya yang tak akan kembali lagi.

Ketika berusia 7 bulan, Ghazia divonis menderita VSD-PS, penyakit bawaan yang mengakibatkan kebocoran aliran darah di bilik jantung. Mendiang bu Fadillah selalu setia mendampingi anaknya. Sampai-sampai ia mengorbankan kesehatannya sendiri.

Bu Fadhila merasakan sakit perut yang tak tertahankan, namun tak memberi tahu siapa-siapa agar biaya berobat sang anak tak terbagi. Ketika keadaannya semakin memburuk dan dibawa ke dokter, semua sudah terlambat. Infeksi usus yang ia derita sudah sangat ganas sehingga dalam waktu seminggu bu Fadhila harus berpulang ke rahmatullah.

Sang ibu menitipkan Ghazia ke kakek dan neneknya yang selalu setia mendampingi. Ayah Ghazia masih ada, namun tak banyak membantu biaya atau bahkan menemani perjuangan anaknya. Ghazia kini berjuang di rumah sakit dengan nafas yang sesak dan hati yang hancur.

Dokter mengatakan Ghazia harus segera menjalani operasi jantung dan dibantu selang NGT serta obat-obatan untuk bertahan. Biaya yang diperlukan ratusan juta, kakek dan nenek Ghazia kelimpungan mencarinya.

Kakek Ghazia yang menjadi tulang punggung keluarga kehilangan pekerjaannya sebagai supir pribadi beberapa bulan lalu. Kini di usia lanjut, ia mencari nafkah dengan membuka bengkel kecil-kecilan tetapi penghasilannya sangat pas-pasan, untuk membayar kontrakan saja sudah kesulitan.

Kini kakek dan nenek Ghazia harus mencari ratusan juta untuk perawatan sang cucu di usia renta. Meski mereka berusaha, tagihan rumah sakit yang terus menggunung membuat mereka tak berdaya untuk menyelamatkan cucu mereka.

Tanpa bantuan kita, Ghazia akan menyusul ibunya dan menghadirkan luka yang mendalam bagi kakek dan neneknya. Yuk #OrangBaik, berikan pertolongan untuk Ghazia dengan cara:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit)
  4. Teman-teman akan mendapat laporan via email

Terima kasih, #OrangBaik!

———————

Disclaimer:

– Donasi akan disalurkan ke pasien RS JHC yang menggalang dana di Kitabisa.

– Kelebihan donasi akan disalurkan untuk membantu pasien lain yang direkomendasikan oleh pihak RS JHC.

– Tim RS JHC akan menentukan pemilihan penyaluran bantuan berdasarkan beragam faktor, seperti urgensi pengobatan, kecukupan dana, dll.

– Donasi hanya akan ditujukan ke penggalangan yang sudah terverifikasi oleh tim Kitabisa.

– Perkiraan biaya pengobatan Ghazia Afhiza di RS JHC adalah Rp 200jt.

– Informasi pasien pra-sejahtera lain yang dibantu di RS JHC dapat dilihat di halaman update.