Bekerja Budidaya Jamur Tiram Demi Anak di NICU

Hari yang telah ditunggu Bu Hestina dan Pak Sukarli selama 9 bulan akhirnya datang juga. Dengan senyum menghiasi wajah, mereka datang ke bidan untuk persiapan lahiran. Namun senyum mereka dibalas raut wajah penuh cemas sang bidan. Bayi yang mereka tunggu-tunggu, tengah kritis di dalam kandungan.

Meski tak ada keluhan sebelumnya, ternyata kondisi kandungan Bu Hestina berada dalam kondisi yang sangat buruk. Air ketubannya nyaris kering dan berat badan bayi diperkirakan jauh di bawah berat seharusnya. Bu Hestina terpaksa melahirkan secara Sesar di RS.

Benar saja, hari itu bayi Farid lahir dengan berat hanya 1,6 Kg. Menurut dokter kondisi Farid sudah sangat kritis, bahkan mungkin nyawanya tak lagi tertolong bila Bu Hestina terlambat 1-2 hari saja.

Kini Farid tengah dirawat di dalam inkubator, dan Bu Hestina serta Pak Sukarli bahkan belum diperbolehkan menengoknya. Farid masih harus mengandalkan mesin dan selang untuk bertahan.

Tak hanya menderita kurang berat badan, Farid juga menderita gangguan pernapasan berat. Serta adanya gangguan pada jantung dan otaknya.

Tagihan perawatan di NICU yang bisa menghabiskan 2 juta per harinya itu harus ditanggung seorang diri oleh sang ayah yang bekerja di tempat budidaya Jamur Tiram dengan upah 50 ribu seharinya.

Penghasilan yang selama ini pas-pasan untuk menghidupi istri serta ketiga anaknya yang lain. Namun sang ayah terus bekerja demi bisa mewujudkan mimpi sang istri: untuk bisa menyusui Farid secara langsung sambil memeluknya.

#OrangBaik, Bulan Suci Ramadhan telah tiba dan masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Bersama kita bisa bantu kesembuhan Farid agar ia bisa merasakan hangat Ramadhan pertamanya bersama keluarga. Caranya:

1. Klik “Donasi Sekarang”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit)

4. Teman-teman akan mendapat laporan via email

—————

Disclaimer:

– Donasi hanya akan disalurkan ke pasien RSHS yang menggalang dana di Kitabisa

– Donasi hanya akan ditujukan ke penggalangan yang sudah terverifikasi oleh tim Kitabisa

– Tim RSHS akan menentukan pemilihan penyaluran bantuan berdasarkan beragam faktor, seperti urgensi pengobatan, kecukupan dana, dll