Butuh 2M Agar Annaya & Innaya Bisa Hidup Terpisah

SEDIH!!! Lahir prematur, dempet dari dada hingga pusar. Bayi kembar siam Innaya dan Annaya hidup dengan 1 hati, kini organ lain terancam menyatu dan mengeras jika tidak segera dioperasi

“Sejak usia kandungan masih 5 bulan memang dokter sudah mengatakan jika anak saya kembar siam. Saya sempat stress memikirkan nanti bagaimana jika mereka lahir.

Hingga usia kandungan 8 bulan, dokter juga mendesak harus segera melakukan persalinan secara sesar. Jadi mereka lahir sebelum waktunya, semua demi keselamatan keduanya.

Sampai saat ini pun dokter yang menangani mereka terus mendesak saya dan suami untuk segera melakukan operasi pemisahan. Karena Innaya dan Annaya hidup hanya dengan satu hati, namun memiliki jantung masing-masing.

Jika tidak segera melakukan operasi, beresiko organ lainnya terancam mengeras dan menyatu. Biayanya 1,9M, mau dapat uang dari mana sebesar itu? Suami saya cuma buruh bangunan lepas. Saya cuma ibu rumah tangga biasa.

Saya selalu berdoa semoga diberikan rezeki oleh Allah, supaya mereka bisa tumbuh terpisah dan kelak menjadi dokter ahli beda, agar bisa membantu orang yang menderita kesulitan yang sama di masa depan. Aamiin.” – Ibu Husniati

Dititipkan bayi kembar adalah suatu anugerah dari sang pencipta. Namun apa jadinya jika bayi yang dititipkan tersebut memiliki tubuh yang berdempetan satu sama lainnya?

Hal ini terjadi pada bayi kembar siam asal NTB, Annaya dan Innaya, usianya kini menginjak 13 bulan. Keduanya lahir dengan keadaan dempet dari dada hingga ke pusar. Ditambah lagi keduanya lahir dalam keadaan prematur di usia kandungan 8 bulan.

Kedua orang tuanya tidak bisa melakukan apa-apa. Apalagi saat mengetahui biaya untuk operasi pemisahan kurang lebih mencapai 1,9 Miliar. Ayah dan ibunya sempat stress karena syok mengetahui hal tersebut.

Bukan tanpa alasan, karena mereka hidup dengan kondisi serba kekurangan. Ayahnya, Pak Muhammad Jufri hanya seorang buruh bangunan lepas yang bekerja jika ada yang menawarkan, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Jika salah satu dari si kembar sakit, keduanya harus pergi ke dokter. Tak jarang pula, jika salah satunya tertidur, yang satunya aktif terjaga, begitupun sebaliknya. Tangisan silih berganti tatkala mereka sudah merasa tidak nyaman karena hanya bisa terbaring di kasur atau di pelukan ayah dan ibunya.

Kebutuhan susu dan nutrisi keduanya pun selalu Pak Jufri dan Ibu Husniati usahakan, meski harus berhutang kepada kerabat dan tetangga. Semua mereka lakukan karena kasih dan sayang untuk kedua putri kembarnya.

Kini dokter selalu mendesak orang tua Annaya dan Innaya untuk segera melakukan tindakan pemisahan keduanya. Karena jika tidak akan beresiko pada organ lain yang akan menyatu dan mengeras.

Kesempatan hidup bagi Annaya dan Innaya sangat besar, karena mereka hidup dengan jantung masing-masing, hanya saja hati yang satu. Dokter juga menjelaskan jika hati yang dipotong akan kembali tumbuh selaras dengan pertumbuhan keduanya.

Kedua orang tua selalu percaya dan berdoa, jika akan ada suatu keindahan dibalik musibah ini. Mereka berharap kelak keduanya menjadi dokter ahli bedah, agar kelak bisa membantu orang yang menderita kesulitan yang sama.

Sahabat, maukah kamu membantu mewujudkan harapan Pak Jufri dan Ibu Husniati agar si kembar bisa tumbuh terpisah? Jika kamu mau, kamu bisa melakukannya dengan cara memberikan doa, dukungan dan donasimu, dengan cara:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana Si Kembar ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan Kembar Annaya & Innaya.

Terima kasih banyak, #orangbaik!