Mari Kita Dirikan Toilet di Daerah Rumah Aliyah Agar Warga Lainnya Tidak Perlu Berjalan Jauh Untuk Buang Air

Bantu PostKrisis toilet secara tidak langsung membuat alam menjadi saluran pembuangan terbuka. Bagaimana bisa? Karena tidak adanya toilet, warga di Negara Bagian Liang, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah masih membuang limbahnya di tempat terbuka.

Untuk waktu yang lama, mayoritas penduduk hidup tanpa toilet. Warga harus berjalan sekitar 1 jam atau 2 KM untuk bisa membuang haji, dan itupun mereka lakukan di pantai atau sungai.

Tidak dapat dibayangkan bahwa pada malam hari anak-anak harus berjalan sejauh itu melalui hutan dan perkebunan, termasuk Aliyah.

“Di tengah malam, saya pernah berlari ke sungai karena perut saya bagal,” kata Aliyah (9)

Setelah gempa berkekuatan 6,8 yang melanda Maluku Tengah pada bulan September 2019, Aliyah sekarang tinggal bersama ibu dan saudara perempuannya di sebuah rumah yang dibangun dari gotong royong masyarakat menggunakan bambu sebagai kerangka rumah.

Akhirnya, warga mendirikan toilet darurat dengan bilik dengan terpal parut dan ember kecil yang diimprovisasi.

Toiletnya jauh dari layak dan dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit bagi warga setempat, terutama anak-anak.

Insya Allah, BMM bersama dengan para donor akan berusaha keras untuk dapat membantu menyediakan 10 Toilet Hidup untuk penduduk lokal. Jangan sampai wabah Covid-19 dilupakan.

#OrangBaik, mari kita bangun toilet bersama untuk masyarakat Maluku Tengah!

-Klik “DONASI SEKARANG

-Masukkan nominal donasi

-Pilih bank (GO-PAY / BNI / BNI Syariah / Mandiri / BCA / BRI / Kartu Kredit)

-Dapatkan Laporan melalui email