Rapuh, Gubuk Pasangan Lansia Nyaris Ambruk

Inilah hidup Mbah Marni dan Mbah Slamet, pasangan lansia yang tinggal di gubuk nyaris ambruk.

Mereka adalah Mbah Marni (64 tahun) dan Mbah Slamet (70 tahun),pasangan lansia yang hidup sebatang kara. Mereka tidak memiliki anak. Mereka tinggal dirumah bambu yang sudah lapuk. Tiang-tiang penyangga sudah banyak yang patah.

Kondisi Mbah Marni sangat memprihatinkan. Sudah 9 tahun beliau tidak bisa melihat. Sempat mendapat program operasi mata gratis, namun karena terlalu lama penanganan akhirnya sudah tidak bisa diobati. Malah mata kanannya harus di lepas. Tinggal mata kirinya saja, dan itu kondisinya tidak bisa dipakai untuk melihat.

Sehari-hari Mbah Slamet mencari kayu bakar. Dulu beliau bekerja sebagai buruh di sawah, namun sekarang sudah berhenti karena faktor usia. Ketika hujan datang, mereka sangat was-was karena takut rumahnya roboh tertiup angin yang kencang.

Mbah Slamet dan Mbah Marni pasrah menjalani hidup dengan kondisi seperti ini. Mereka hanya ingin rumahnya bisa direnovasi agar saat hujan tiba, mereka tidak akan was-was dengan kondisi rumahnya tersebut.

Sungguh memprihatinkan melihat kondisi mereka yang semakin hari semakin tua namun mereka tinggal di tempat yang sebenarnya kurang layak disebut “rumah”.

Saat ini, kami mengajak seluruh Orang Baik untuk ikut bersama membangun rumah Mbah Slamet dan mempersembahkan kehidupan layak di masa tuanya.

Mari kita sisihkan sedikit rezeki kita, untuk menciptakan sebuah keajaiban dari doa seorang hamba Allah SWT, yang senantiasa sabar dalam menghadapi setiap cobaan yang menghampirinya.

Salurkan bantuanmu dengan cara:

  1. Klik tombolDonasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GOPAY/Jenius Pay/BRI/BNI/BNI Syariah/Mandiri/BCA/Dompet Kebaikan/Kartu Kredit)
  4. Kalian akan mendapat laporan melalui email

Berapapun donasi yang kalian berikan, akan sangat membantu Mbah Satirah untuk terus menyambung hidupnya!

Informasi lebih lanjut :

Yayasan Bina Mulia Bojonegoro (0852.9049.0949)

Jl. Lisman Gg. Buntu III, Kel. Campurejo, Bojonegoro