Alami 25x Kejang Sehari. Mata Nizam Terancam Buta!

Bantu Post – SEDIH!! 25 kali mengalami kejang dalam sehari, dimana 150 sel otak mengalami kerusakan setiap kali kejang. Anak bungku dari penjual buah ini menderita penyakit Hidrosefalus, Cerebral Palsy dan Epilepsi.

Saya tidak pernah menyangka bahwa anak kami Nizam akan menderita seperti ini, saat dilahirkan keadaan normal kok dan sehat-sehat saja.

Setelah seminggu berlalu, anak saya tiba-tiba mengalami kejang, dan langsung kami bawa ke rumah sakit lagi. Hasil pemeriksaan oleh dokter mengatakan bawa anak saya menderita 3 penyakit sekaligus.

Hati ibu mana yang tidka terguncang saat mendengar hal tersebut. Apalagi sekarang Nizam bisa mengalami kejang sebanyak 25 kali dalam sehari. Dokter juga mengatakan bahwa setiap kali Nizam kejang maka 150 sel otak akan mengalami kerusakan.

Saya dan suami cuman bekerja sebagai penjual buah-buahan. Waktu sebelum pandemi ada, ya Alhamdulilah bisa dapat 1 juta sehari. Tetapi saat ini boro-boro mendapatkan 1 juta, dapat 100 ribu saja susah.

Kalau memang keajaiban itu ada, saya menginginkan anak kami Nizam semubuh dan dapat jadi hafidz Qur’an nantinya, ucap sang ibu Tri Suprapti.

Usia Nizam saat ini baru menginjak 7 bulan, tetapi Nizam Akdan Saipullah harus menderita Hidrosefalus, Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak beserta Epilepsi.

Sampai saat ini, kedaan Nizam masih belum bisa tengkurap, duduk ataupun melakukan aktivitas yang biasa bayi seusianya lakukan. Operasi pemasangan selang di otak sudah pernah di tempuh demi kesembuhan Nizam. Tetapi hal tersebut masih belum cukup, malah menambah komplikasi lainnya.

Kelumpuhan otak serta Epilepsi menjadi penyakit baru yang harus dirita oleh Nizam. Bahkan saat ini, setiap hari Nizam membutuhkan alat bantu pernafasan dikarenakan nafas Nizam berat dan ada flek yang berada di paru-parunya.

Dalam sehari anak kami Nizam bisa mengalami 25 kali kejang-kejang, dan di setiap kejang 150 sel otanya juga ikut mengalami kerusakan. Tidak hanya itu saja, darah pun sering mengalir dari mata Nizam yang dapat membuatnya mengalami kebutaan.

Tidak ada lagi yang dapat orang tuanya lakukan, Pak Subarjo dan Ibu Tri Suprapti hanya berprofesi sebagai penjual buah-buahan dengan penghasilan yang tidak sebanyak saat sebelum pandemi terjadi.

Untuk mendapatkan uang 100ribu dalam sehari saja susah sekali, lain halnya saat dulu yang dimana dapat meraup penghasilan kotor sampai 1 juta rupiah sehari.

Keduanya terpaksa menjual tanah aset untuk pendidikan ketiga anaknya di masa depan demi pengobatan dan kesembuhan Nizam.

Sesegera mungkin Nizam harus menjalani terapi dan pengobatan alin, karena jika tetapi dibiarkan dapat mengakibatkan kecacatan fisik, kebutaan dan bahkan kematian. Tetapi biaya yang sangat besar sudah tidap bisa ditanggung oleh kedua orang tuanya.

Sahabat, sebelum kondisi Nizam semakin memburuk, #kitabisa #OrangBaik dapat memberikan keringanan agar Nizam dapat melakukan pengobatan. Yuk berikan doa, dukungan dan donasi dengan cara:

-Klik tombol “DONASI SEKARANG
-Masukkan nominal donasi
-Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdoa serta menyumbang, Anda juga dapat berbagi halaman penggalangan dana ini, sehingga semakin banyak orang yang dapat menemani perjuangan adek kita Nizam.

Terima kasih banyak, #OrangBaik