Bantu Siswa Kurang Mampu Belajar di Rumah

 

Halo semua,

Dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, total sebanyak 62,5 juta anak di tanah air, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi berbondong-bondong menerapkan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Semua siswa di jenjang pendidikan diharuskan mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui metode daring atau online dengan handphone.

Gue mau ceritain tentang salah satu murid yang harus berjuang di tengah pandemi dan harus PJJ. Namanya Selvi Ubay Putri. Seorang siswa kelas 9 yang bersekolah di SMP Al-Isra. Dengan metode PJJ ini, Selvi sangat khawatir akan perkembangan prestasi akademis di sekolahnya.

Di rumah Selvi hanya ada 1 HP, sehingga harus bergantian dengan 2 adiknya serta ayahnya. Ayahnya hanya bekerja sebagai hansip, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Tidak memiliki HP menjadi hambatan tersendiri untuk Selvi, apalagi Ia adalah salah satu siswi berprestasi di sekolahnya.

Pengajaran Jarak Jauh merupakan upaya menekan peningkatan kasus COVID-19, sekaligus diharapkan bisa menjadi ajang bagi semua elemen pendidik untuk semakin modern. Namun, sayangnya kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya berpihak pada sistem baru tersebut.

Cerita Selvi hanya sebagian kecil dari gambaran kondisi peserta didik di masa PJJ ini, Gue juga sering dapet info masih banyak banget anak-anak di luar sana yang bernasib sama atau bahkan lebih memilukan.

Untuk itu, gue bersama program #BisaKasihHP #UnitGawaiDarurat mau ngajak kalian semua buat bareng-bareng kita bantuin anak-anak yang kesulitan belajar karena tak memiliki HP atau fasilitas penunjang lainnya.

Yuk donasi dengan cara :

  1. Klik “DONASI SEKARANG
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran
  4. Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account

Terima kasih banyak semuanya, bantuan dari kalian sangat berarti untuk mereka karena dengan bantuan ini mereka tidak perlu khawatir mimpi mereka pupus hanya karena tak ada gawai atau fasilitas penunjang di rumahnya.


Salam,

Ario Pratomo

———————-

Disclaimer

Project donasi ini seutuhnya dalam pengawasan Kitabisa, Gredu, dan KumparanDerma. Semua validasi kebutuhan beneficiary akan dibantu proses validasinya oleh Gredu hingga sampai pada fase distribusi dan monitoring kebermanfaatan dan kegunaannya di lapangan. Selain itu, setiap gawai yang nantinya akan terbeli akan memiliki status ‘dipinjamkan’ ke pihak sekolah masing-masing beneficiary. Sehingga pengawasan atas penggunaan gawai akan mengelaborasi metode pengawasan melalui Gredu dan pihak sekolah.