Ayo Bantu Jaga Hutan Terakhir Kalimantan

Bantu Post – Sejak tahun 2006 saya aktif sebagai penggiat Perkumpulan Save Our Borneo [SOB] yang berkedudukan di Provinsi Kalimantan Tengah. SOB adalah sebuah organisasi non-pemerintah [NGOs] yang legal berbadan hukum Perkumpulan, disahkan dengan akte notaris Ellys Nathalia, SH tanggal 29 Maret 2006.

SOB bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan Sumber Daya Alam Kalimantan dilaksanakan secara adil dan demokratis melalui penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih yang menghormati Hak Azasi Manusia, nilai-nilai kearifan masyarakat adat dan budaya lokal serta memperhatikan hak rakyat atas keberlanjutan kehidupan antar generasi.

Sumber Daya Alam Kalimantan yang sangat beragam saat ini dalam Ancaman serius Deforestasi. Deforestasi mulai menjadi masalah penting di Indonesia sejak tahun 1960-an, ketika penebangan hutan secara komersial mulai dibuka secara besar-besaran, kini seiring dengan perkembangan waktu kegiatan Deforestasi semakin massif terjadi di “Pulau Harapan” ini, berbagai kegiatan alih fungsi hutan untuk industry Logging, HTI, pertambangan dan perkebunan monokultur sawit terus dipacu untuk peningkatan ekonomi Daerah dan Negara.

Di Kinipan, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, Masyarakat Dayak Tomun telah sejak dahulu kala hidup damai dengan alam sekitarnya, namun kini sebuah Perusahaan Perkebunan Sawit telah membuka hutan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah bencana bagi keanekaragaman hayati, iklim global, dan Masyarakat Adat.

Oleh karenanya saya Bersama-sama seluruh penggiat Save Our Borneo dan Komunitas Masyarakat Adat Kinipan menghimbau dan mengajak seluruh pihak untuk segera menghentikan Deforestasi yang terjadi di wilayah Kinipan. Selain wilayah ini adalah habitat orangutan dan satwa endemik Kalimantan lainnya, alasan lain kita harus melindungi Hutan di kawasan ini adalah karena merupakan Kawasan Penyangga bagi desa-desa sekitarnya. Jika wilayah penyangga ini dihancurkan, maka Bencana banjir dan tanah longsor tinggal menunggu waktu terjadi.

Sejak tahun 2015, Ketika aktivitas Perusahaan perkebunan sawit memperluas wilayah konsesinya sampai kewilayah Kinipan, masyarakat adat laman Kinipan berupaya mencoba menghentikan perambahan dan pembukaan hutan untuk industri perkebunan sawit tersebut. Berbagai upaya (formil) telah dilakukan oleh komunitas masyarakat Adat, namun belum membuahkan hasil, perusahaan terus bergerak masuk semakin dalam ke Wilayah Adat Laman Kinipan. Kali ini mereka akan menggunakan cara-cara kearifan local dalam menghalau aktivitas perushaan yang merugikan mereka. Ritual Adat dan pembuatan 4 (empat) buah Balai Keramat di empat titik batas wilayah Adat akan dilakukan guna menegaskan batas-batas wilayah adat mereka.

Ayo donasikan nominal terbaikmu, berapapun yang kamu sumbangkan itu sangat berarti bagi kelestarian hutan, caranya :

  1. Klik “DONASI SEKARANG
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/Dompet Kebaikan/Kartu Kredit)
  4. Kamu akan mendapatkan laporan via email