BB 0.7 kg, Bantu Bayi Ny Apriyanti

Bantu Post – Bu Aprianti yang tengah duduk sambil mengelus perutnya serta memandangi foto pernikahannya dengan pak Agril. Senyum menghiasi wajahnya, tidak percaya bahwa 3 bulan lagi ia akan memiliki buah hati pertamanya bersama orang yang sangat ia cintai. Walaupun tahun ini cukup berat untuk mereka, tetapi kehadiran buah hati tentunya akan menjaga kebahagiaan mereka.

Tetapi tiba-tiba, bu Aprianti merasakan adanya air yang mengalir sampai kakinya. Pada usia kandungan yang ke 6 bulan, air ketuban bu Aprianti pecah.

Ibu bidan mengusulkan untuk bu Aprianti menjalani USG di Rumah Sakit terdekat, dan hasil dari USG menunjukkan bahwa air ketuban bu Aprianti sudah hampir habis terkuras. Bu Aprianti diharuskan mencari rumah sakit besar karena dalam beberapa hari, bu Aprianti akan melahirkan.

Beberapa bulan yang lalu, bu Aprianti beserta pak Agril baru saja diberhentikan dari pekerjaan mereka karena wabah pandemi Covid-19. Saat itu mereke berpikir masih mempunyai beberapa bulan untuk mencari pekerjaan dan bisa menabung untuk membiayai persalinan kelak. Ternya, buah hati mereka lahir 3 bulan lebih awal.

Selama 2 hari pak Argil mencari, akhirnya menemukan rumah sakit yang dapat menerima bu Aprianti. Malam harinya, bu Aprianti mulai merasa mules dan ssudah mengalami pendarahan, bu Aprianti sudah memasuki pembukaan kedua dan harus siap melahirkan.

Bu Aprianti lahir secara normal saat usia kandungannya 6 bulan 2 minggu. Tubuh bayinya amat sangat mungil, tidak jauh lebih besar dari tangan orang dewasa, dengan beratnya hanya 700 gram dan organ vitalnya masih belum berkembang dengan sempurna.

Bu Aprianti sudah diperbolehkan pulang ke rumah, tetapi ia belum mau meninggalkan bayinya sendirian di ruang NICU. Bayinya masih harus diberikan makanan khusus dengan menggunakan selang, karena bobot bayinya sekarang menjadi perhatian utama sehingga kondisinya menjadi stabil.

Bu Aprianti masih mengingat betul, saat ia masih mengelus perutnya dan membayangkan saat ia menggendong bayinya. Kini setelah beberapa hari berselang, ia harus melihat bayinya yang penuh dengan selang, dan belum bisa memeluk bayinya sekalipun.

#OrangBaik, Pak Agril terus menguatkan hati Bu Aprianti. Menggenggam erat tangannya sambil mengelus dan mencium keningnya. Meyakinkan satu sama lain bahwa bayi mereka akan pulang dengan keadaan sehat dan menanti pelukan hangat kedua orang tuanya.

Mari bersama kita menemami perjuangan buah hati pertama bu Aprianti di ruang NICU, dengan cara:

1. Klik tombol DONASI INI
2. Masukkan nominal donasi yang diinginkan
3. Pilih metode penbayaran yang harus di lakukan (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit).

Tidak hanya saling mendoakan dan berdonasi, #OrangBaik juga dapat membagikan halaman galang dana ini untuk semakin banyak orang yang turut membantu perjuangan pak Agril dan bu Aprianti untuk membawa pulang bayi pertama mereka dari ruangan NICU ke dalam pelukan hangat keluarga kecil.

#OrangBaik, terima kasih banyak