Pejuang Kanker Payudara, Jualan Kerupuk Demi Kemo

Bantu Post – Bu Satuni jalan berkilo-kilo meter untuk menjual kerupuk, sambil menahan sakit pada bagian payudaranya karena bekas jahitan yang belum kering.

Terkadang, darah yang keluar dari luka bekas jahutan tembus sampai ke baju. Orang-orang pada bertanya, kenapa kok saya masih bekerja padahal sedang sakit? Ya mau gimana lagi, saya masih membutuhkan biaya untuk melanjutkan perobatan.

Jika nyeri di dada saya kambuh, saya duduk di pinggir jalan saking tidak tahan menahan sakitnya. Bekas jahitan operasi kanker payudara saya belum kering padahal sudah 2 bulan.

Masih terdapat akar kanker yang tidak dapat terangkat waktu operasi yang dilakukan kemarin dan saya masih harus melakukan kemoterapi lagi agar sel kankernya tidak menyebar ke payudara sebelahnya, ucap Bu Satuni.

Selagi payudara sebelah kirinya belum digerogoti oleh sel kanker ganas, Bu Satuni masih berikhtiar untuk melanjutkan perobatan dengan berjualan kerupuk keliling karena tidak ingin membebani suami dan anaknya.

Terkadang, ia terpaksa meletakkan kerupuknya di pinggir jalan dikarenakan tidak dapat menahan perihnya luka bekas jahitan operasi yang sudah 2 bulan tidak kunjung kering, ketika tergesek baju dan terkena keringatnya. Bahkan darah dan cairan kuning terkadang menembus sampai kebajunya.

Kata dokter, saya harus makan yang bergizi supaya lukanya cepat mengering. Namun mau gimana, sehari-hari hasil dari penjualan kerupuk tidak seberapa, masih sukur dapat membeli beras, yang kadang lauknya hanya kerupuk melempem yang tidak laku, ucap Bu Satuni.

Terakhir dikabarkan, masih terdapat akar kanker yang tidak dapat terangkat, sehingga Bu Satuni harus melanjutkan kemoterapi di RS yang jaraknya puluhan kilo meter dengan biaya angkut sampai 100 ribu untuk pulang pergi.

Padahal, hasil dari penjualan kerupuk hanya sekitar 20-30 ribu sehari. Ia bahkan harus berpuasa jika dagangannya tidak laku. Entah kapan, tabungan Bu Satuni dapat terkumpul untuk meneruskan pengobatannya sampai selesai.

Sampai saat ini, Bu Satuni masih terus keliling berkilo-kilo meter untuk menjual kerupuk, sambil berdoa supaya ia diberikan kesembuhan agar sel kanker yang ada di payudara tidak menyebar dan membahayakan organ lainnya.

#OrangBaik, dengan uluran tanganmu, yuk kita membantu Bu Satuni supaya dapat melanjutkan kemoterapinya dan istirahat sejenak dari berjualan kerupuk. Mari sisihkan sedikit rezekimu melalui galangan dana ini dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang ingin di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang ada seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga dapat membagikan halaman galang dana saya ini supaya semakin banyak orang yang turut menemani perjuangan Bu Satuni melawan kanker payudara ganas tersebut.

#OrangBaik, Terima Kasih.