Perjuangan Akbar Lawan Penyakit Paru-Paru Seorang Diri

Bantu Post – “Saat Akbar lahir, tidak ada yang mau merawatnya, baik ayah atau ibunya apalagi keluarganya. Dengan kondisi sakit radang paru parah dan tak kunjung sembuh langsung dibawa ke panti asuhan.

Banyak sekali luka pada jari dan lengan kecilnya, mungkin karena terlalu lama ditusuk jarum infus sehingga membuat saya tak tega melihatnya.

Kami selaku pihak panti berusaha berjuang semampu kami buat ngerawat dia namun uang operasional sudah habis dan hanya bisa berdoa supaya Akbar bisa terus bertahan.” -Pihak Panti Asuhan

Saat melawan sakit radang paru-parunya, Akbar berjuang seorang diri di dalam ruang inkubator yang dingin. Di sisinya tiada do’a dan belaian sayang yang tercurah dari ayah ibunya untuk menemainya berjuang.

Bayi Akbar sudah dititipkan di sebuah panti asuhan kecil sejak nafasnya berhembus. Tiada satupun keluarganya yang menengok

Sejak nafasnya berhembus, ia sudah dititipkan di sebuah panti asuhan kecil. Tak ada satupun keluarga yang menengok, atau menimangnya dalam kondisi sesak, paru-parunya penuh air.

Kini, ruang inkubator mungil itu jadi satu-satunya rumah baginya. Dada mungilnya naik turun, berjuang untuk tetap hidup, meski tak ada yang temaninya kala meregang nyawa.

Dalam kondisi kritisnya, Akbar terus menangis rasakan sesak tiap ia tarik dan hembuskan nafas. Susu khusus yang harus ia minum, belum sanggup dibeli pihak panti asuhan untuknya.

#Sahabat, uluran tangan kita bisa jadi pengganti timangan sayang ayah ibu yang dik Akbar tak pernah dapatkan. Kita bisa bantu kuatkan dik Akbar menjemput kesembuhannya, dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran : GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya berdonasi secara materiil, #OrangBaik juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar bisa bantu dik Akbar bertahan jalani perawatan intensif di rumah sakit lebih lama lagi!

Niscaya, dik Akbar bisa kembali pulih dan sehat, bersekolah dan kejar cita-citanya setinggi mungkin!