Ratusan Anak Yatim Kekurangan Gizi

Kisah Anak Penyandang Gizi Buruk di Flores

Namanya Frans, ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ibunya mengalami keterbelakangan mental sejak muda. Frans bersama Kakak-kakak dan ibunya dirawat oleh sang nenek yang sudah lanjut usia. Neneknya yang sudah sepuh, harus bekerja sebagai petani garapan untuk makan sehari-hari. Kondisi Frans dan kedua kakaknya sangat memprihatinkan, mereka terancam putus sekolah dan kekurangan asupan gizi. Bahkan, terkadang, makan dan minum pun mengandalkan belas kasihan dari tetangga. Frans menyandang gizi buruk karena pertumbuhannya kurang diperhatikan sejak lahir, kedua kakaknya juga tampak sangat kurus. Bagi mereka, nasi adalah makanan paling berharga karena sehari-hari hanya makan singkong atau pisang.

“Dalam satu minggu, kami makan nasi hanya dua atau tiga kali, itu sudah sangat beruntung. Jika beras hanya sisa satu mug, maka kami harus memasaknya menjadi bubur agar bisa kebagian semua,” cerita sang nenek.

Melihat keadaan tersebut, petugas PPK Kabupaten Sikka mendaftarkan Frans dan kedua kakaknya di Dinas Sosial. Selama dua bulan, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) melakukan assesmen dan survei bersama SOS Children’s Village Flores dan diputuskan agar Frans dan kedua kakaknya diasuh di SOS Children’s Village Flores.

Sejak saat itu, SOS Children’s Village Flores berusaha memberikan asupan gizi seimbang, makan yang teratur, dan memperhatikan pertumbuhan Frans dan kedua saudaranya.

“Perkembangan gizi dan kesehatan Frans dan saudara-saudaranya terus diperhatikan dalam beberapa bulan ini. Pola makan dan istirahatnya juga sangat diperhatikan sehingga Frans dan kakak-kakaknya berangsur-angsur terlihat sehat, ceria dan bersemangat. Frans mulai diajak untuk memanggil mama, bapak, adik, dan kakak. Ia juga diajari untuk bicara apabila hendak buang air, hendak tidur, atau pun menyapa orang yang datang ke rumahnya di SOS Flores,” cerita educator SOS Children’s Village Flores, Elias Keu.

Saat ini, SOS Children’s Villages Indonesia telah bekerja di 11 lokasi. Kami berusaha memenuhi kebutuhan dan hak lebih dari 1.000 anak asuh dan 4.700 anak dari 2.300 keluarga dampingan. SOS Children’s Villages Indonesia tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan bantuan dari #OrangBaik untuk bisa bersama-sama memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan pemenuhan atas hak-haknya, karena Anak Indonesia adalah Anak Kita.

Donasi yang terkumpul di #AnakBantuAnak akan Kitabisa salurkan ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Mari berdonasi untuk pendidikan anak-anak Indonesia, dengan cara:

  1. Klik “DONASI SEKARANG
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran
  4. Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account

DISCLAIMER:

Program ini merupakan program prototype kami bersama SOS Children’s Villages dalam usaha untuk mengatasi permasalahan asupan gizi anak di Indonesia. Kedepannya kami berharap, bahwa program ini bisa menjadi program berkelanjutan dan dapat membuka jalan kolaborasi dengan partner lainnya dan menjangkau lebih banyak anak lagi di seluruh Indonesia.