Ribka Pendarahan Di Otak dan Kehilangan Ayahnya

Filipi 4:13 : Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bantu Post – Perkenalkan saya Sanggul Panggabean, saya baru saja kehilangan suami akibat kecelakan didepan mata saya sendiri beserta anak saya. Ribka anak saya mengalami cederah otak parah dari kejadian tersebut, dimana saat ini dia harus menjalani operasi untuk dapat selamat.

Berat sekali menghadapi semua ini, bahkan kondisi saya saat ini sedang mengandung. Tidak terlukiskan kesedihan saya melihat kalau anak saya kelak akan tumbuh tanpa sosok seorang ayah, dan juga kakaknya.

Waktu itu keluarga saya sedang melakukan perjalanan pulang dari rumah saudara, tiba-tiba dari arah yang berlawanan terlihat ada dua orang yang mengendarai motor ugal-ugalan. Mereka melaju sangat kencang, sampai-sampai mereka tidak dapat mengontrol motor mereka.

Motor yang mereka kendarai menghamtam motor keluarga kami, saya langsung tidak sadarkan diri atas kejadian tersebut. Setalah siuman, saya dan anak saya sudah berada di rumah sakit, dokter juga memberitahukan bahwa suami saya tidak tertolong dan meninggal di tempat. Orang yang menabrak kami ternyata masih berusia 11 dan 16 tahun, yang mana usia mereka belum cukup umur untuk berkendara.

Sekarang saya sudah berada di rumah, sedangkan Ribkan masih harus menjalani perawatan di rumah sakit yang jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal kami. Karena kondisi saya sedang hamil, saya tidak diperbolehkan kesana karena tahut kelelahan dan stress. Waktu itu Ribka sempat mengalami koma dan tidak sadarkan diri berhari-hari, saya hanya bisa menunggu kabar dari adik saya.

Pedih sekali mendengar daik saya cerita kalau Ribak sekarang sudah sadar dan mulai menanyakan saya dan ayahnya. Dia belum mengetahui bahwa ayahnya sudah tiada, saya juga belum cukup tegar untuk memberitahukan kepada dia.

Dokter mengatakan walaupun Ribka sudah siuman, tetapi kerusakan pada otak dan sarafnya sangat parah. Tulang di wajahnya juga patah, bahkan bagian hidungnya sampai berubah bentuk dan pendarahan. Jika tidak segera dilakukan operasi Ribka mungkin akan mengalami cacat seumur hidup, bahkan Ribka bisa menyusul ayahnya.

Sekarang saya harus mencari uang ratusan juta dalam waktu cepat, tetapi bagaimana mungkin? Dulu suami saya yang mencari nafkah, saya hanya ikut menjadi buruh tani bersama dia, tetapi sejak hamil saya berhenti. Dengan penghasilan yang pas-pasan aja kami sudah bersyukur dapat makan, tidak ada tabungan dan harta benda.

Saya rindu dapat pergi ke gereja bersama keluarga, walaupun suami sudah tidak ada saya msaih ingin pergi beribadah dengan Ribka. Namun yang menjadi penghalang bagi keluarga saya untuk kembali bersatu untuk memuliakan nama tuhan adalah uang ratusan juta, saya tidak berdaya.

#OrangBaik, hanya mukjizat yang dapat menyelamatkan dek Ribka dan memberikan dia kesempatan untuk pulang dengan sehat. Marilah menjadi mukjizat di hidup dek Ribka dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Masukkan nominal donasi yang Anda inginkan
3. Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan (GO-PAY, BCA, BNI, BRI, Mandiri, Dompet kebaikan, BNI Syariah, dan Kartu Kredit).

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, #OrangBaik juga dapat membagikan halaman galang dana ini supaya semakin banyak yang turut membantu perjuangan Ribka untuk dapat sembuh.

Terima kasih, #OrangBaik!