Sedekah Jariyah, Bangun Masjid di Atas Bukit

Bantu Post- Cerita, “Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar”, Suara kumandang adzan sudah berlalu, masyarakat Dusun Ojolali berbondong-bondong memasuki mushola berukuran 3×3 itu. Hanya cukup tiga shaf saja, selebihnya harus membuat shaf lain diluar mushola.

Mushola Al-Ikhlas sudah berdiri berpuluh-puluh tahun lamanya. Berdindingkan dan beralaskan kayu, genting-genting pun sudah mulai berlubang, tak jarang ketika hujan deras datang, seisi ruangan basah karena air hujan.

“Kami ingin beribadah dengan aman dan nyaman pak, mushola kami bocor saat hujan deras.”

Kata-kata inilah yang berulang kali terdengar dari masyarakat Dusun Ojolali.

Sekali pun hujan deras menerpa semangat anak-anak masyarakat Dusun Ojolali di Lampung Utara untuk belajar mengaji tidak pernah padam. Tetesan air hujan membasahi rungan mushola yang telah berumur puluhan tahun.

Mushola yang dengan bangga mereka sebut sebagai masjid karena hanya satu-satunya tempat ibadah yang bisa mereka gunakan. Mulai dari solat 5 waktu, solat jumat, tempat belajar mengaji anak-anak hingga solat eid raya dan adha.

“Selama saya lahir hingga umur saya 27 tahun ini, masjid ini tidak ada yang berubah pak.” ungkap mas Juki, pemuda karang taruna sekaligus pengajar ngaji anak-anak.

“Tidak terpikir yang megah dan mewah, cukup model sederhana saja yang nyaman, aman dan bisa menampung semua jamaah warga Dusun Ojolali disini. Tapi mau bagaimana lagi dengan kondisi ekonomi kami yang tidak cukup memadai untuk mewujudkan cita-cita kami membangun masjid.” – Lanjut mas Juki, yang juga sebagai ketua pembangungan masjid.

Puluhan tahun tempat beribadah itu berdiri tanpa adanya toilet dan tempat wudhu yang memadai. Biaya material yang sangat mahal tidak mampu mereka beli, karena mayoritas warga bekerja sebagai petani kopi.

Akses menuju Dusun Ojolali ini jauh dari perkotaan, jalanan yang terjal penuh bebatuan menjadi alasan biaya pengangkutan material untuk pembangunan menjadi sangat tinggi.

Masyarakat Dusun Ojolali berharap mereka memiliki masjid yang layak dan aman bagi mereka, tak perlu mewah dan megah, sederahan pun cukup. Mushola yang kini mereka miliki bahkan tidak memiliki toilet, hanya memiliki tempat wudhu dengan 2 kran saja.

Bangunannya sudah mulai lapuk, sebagian dinding kayu bahkan sudah mengelupas dan berlubang. Namun mereka sangat bangga memanggil mushola mereka itu sebagai masjid!!

Sahabat ini waktunya kita menyatukan niat dan hati kita untuk membantu warga Dusun Ojolali agar memiliki masjid impian yang layak dan sudah mereka impikan selama berpuluh-puluh tahun.

Maukah kamu menjadi bagian dalam mewujuidkan impian mereka? Jika kamu mau, kamu bisa melalukannya cukup dengan cara:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan masyarakat Dusun Ojolali.

Terima kasih banyak, #orangbaik!