Alwa Lahir Pendarahan Dan Tak Bisa Bernapas

Bantu Post – Tidak terdapat canda dan tawa bahagia yang didamba oleh Pak Entis dan Bu Wiwin untuk menyambut kelahiran sang buah hati mereka. Justru kesedihan dan rasa takut, karena bayi Alwa lahir secara premature dengan berbagai komplikasi yang terjadi, bersama dengan ibunya yang mengalami pendarahan hebat serta berjuang untuk bertahan hidup di RS.

Kelap kelip lampu incubator menjadi teman pertama Alwa (7hr). Tubuhnya yang mungil serta kurus sedang berjuang menarik oksigen dari mesin ventilator. Sedangkan Bu Wiwin berjuang menahan sakit yang membuat tubuhnya semakin lemah dan berusaha pulih dari pendarahan yang dialami.

Tidak ia bayangkan, bahwa kelahiran anak bungsunya menjadi cobaan yang hampir merenggut nyawa mereka berdua.

Belum selesai luka hati yang dirasakan Bu Wiwin pasca kehilangan bayi dalam kandungannya beberapa waktu silam, pada bulan ke-6 kehamilannya sekarang mendadak ia mengalami pendarahan hebat. Pak Entis yang saat itu sedang menjaga warung es campurnya, bergegas membawa sang istri ke UGD.

Meskipun bayi yang dikandung Bu Wiwin sempat dapat dipertahankan, tetapi 3 hari kemudian Bu Wiwiin kembali mengalami pendarahan, sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain.

Alwa terpaksa dilahirkan dalam keadaan premature (6 bulan). Alwa memiliki berat badan hanya 0.9 kg, dan Alwa menderita berbagai komplikasi pada pernapasan dan berbagai organ tubuh yang belum sempurna. Belum sempat merasakan pelukan sang ibu, Alwa sudah harus masuk kedalam incubator dan dipasang alat ventilator atau Alwa akan meregang nyawa.

Alhasil sekarang Pak Entis bergantung pada setiap bungkus es campur yang terjual setiap hari untuk biaya sang istri dan buah hatinya agar dapat bertahan hidup. Tetapi diantara biaya rumah tangga dan anak sulungnya yang masih SD, belum lagi Pah Entis hanya dapat mengais rezeki Rp 50 ribu sehari, beban di pundah Pak Entis begitu berat.

Sedangkan biaya perawatan Alwa di ruang NICU sebesar Rp 150 juta harus Pak Entis kejar, jika tidak Alwa dan Bu Wiwin tidak akan mampu bertahan.

#OrangBaik, mari kita ulurkan tangan kita untuk dapat membantu keluarga Pak Entis dan membahagiakan mereka, dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang mau di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang tersedia seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga dapat membagikan halaman galang dana ini sehingga semakin banyak yang dapat menemani perjuangan Pak Entis untuk dapat membayar biaya Alwa di ruang Nicu dan juga Bu Wiwin.

#OrangBaik, Terima Kasih Banyak.