Gagal Diaborsi, Deva Lahir Terlantar & Penuh Luka!

Deva (8 th) seorang anak perempuan yang bernasib malang.

Saat bayi ia ingin di aborsi oleh ibunya sendiri dengan cara meminum obat dan ramuan penggugurkan kandungan.

Semua berawal pada 15 juli 2012 Deva lahir tanpa kulit yang membusuk dari bagian perut sampai kaki akibat keracunan obat penggugur kandungan (Epidermolysis Bullosa).

Ketidaksempurnaan Deva menjadi alasan ia ditelantarkan ayah ibunya..

Hingga pada tanggal 17 juli 2012, seorang bapak berhati mulia yang tanpa sengaja melihat kondisi deva, teriris hatinya mengetahui ada bayi dengan kondisi seperti ini justru ditelantarkan tanpa diobati. Dengan yakin, beliau akhirnya mengadopsi.

Hari demi hari deva di asuh Pak Deddy. Hingga pada tanggal 5 agustus 2012 Pak Deddy melarikan Deva ke rumah sakit terdekat karena kondisi Deva mengkhawatirkan dengan kelupasan penuh luka juga daging yang membusuk.

Berhari-hari Deva yang sempat kritis perlahan pulih dan membaik setelah dapatkan perawatan intensif. Dengan raut lega, pak Deddy menghampiri dan mengajaknya pulang kembali ke rumah.

Dengan sabar dan ikhlas ayah angkat Deva ini merawat putrinya yang tetap harus diawasi agar tidak jatuh atau kulitnya tergores hingga mengeluarkan darah lagi.

Rencananya tahun 2021 Pak Deddy akan membawa Deva ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik sesuai saran dari dokter yang memeriksa Deva di Singkawang.

Sebab kulit Deva semakin sering mengeluarkan darah ditambah lagi putri angkatnya ini bertambah usia. Pak Deddy tak ingin Deva dikucilkan lingkungan karena ketidaksempurnaan apabila ia sudah tak lagi ada di dunia..

Sayangnya pak Deddy bukanlah orang berpunya. Beliau sendiri pun hidup jauh dari sejahtera, ditambah lagi penghasilan dari berjualan es tebu tak lagi laku semenjak pandemi. Padahal, Deva butuh asupan gizi setidaknya minum susu 1x sehari.

#Orangbaik, hidup Deva tak hanya bergantung pada ayah angkatnya tetapi juga pada doa dan bantuan donasi kita, melalui:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.