Mari Bantu Palestina Lewati Musim Dingin Mematikan

Bantu Post – 51% warga Palestina menghadapi musim dingin, tanpa rumah yang memadai, dan persediaan makanan yang tak menentu mereka harus bisa bertahan hidup.

Musim dingin kerap menjadi ancaman paling mematikan bagi penduduk di negara yang dirundung konflik. Pasalnya, penduduk di negara itu hidup dalam serba keterbatasan dalam menghadapi musim dingin, keterbatasan makanan, keterbatasan tempat tinggal, keterbatasan bahan bakar untuk pemanas ruangan atau pun selimut.

Mereka yang Hidup dalam Kemiskinan Harus Melewati Dingin dan Lapar Bersamaan.

Banyak keluarga palestina yang hidup di rumah dengan dinding dan atap yang terbuat dari seng. Tidak ada kasur, apalagi sofa, apa pun dilakukan di atas karpet tanpa sekat ruangan.

Bagi anak-anak, jaket yang mulai lusuh mau tak mau harus tetap dipakai, sekalipun sedang berada di dalam rumah.

“Mitra ACT di Gaza mengatakan, dari hampir 2 juta populasi Gaza, lebih dari setengahnya tak mampu menyiapkan kebutuhan musim dingin dengan layak.”

“Kalian bisa melihat bagaimana getirnya hidup kami. Rumah kami ini sangat buruk. Anak-anak tidak menemukan kebutuhan dasar mereka. Kalau hujan deras di akhir tahun ini, air hujan masuk ke dalam rumah dari sela-sela genting seng ini,” tutur Fathia, Pengungsi Palestina.

Baju Hangat, Selimut dan Makanan dari Indonesia untuk Palestina
Paket-paket bantuan musim dingin ini menjadi pelengkap atas rangkaian bantuan dari Indonesia untuk Palestina.

Sahabat Peduli, kamu bisa menjadi bagian untuk menghangatkan saudara-saudara kita di Palestina. Selama perang tak juga usai, maka bantuan harus tetap tersalurkan. Jangan tinggalkan mereka sendirian. Berjuang melawan keterbatasan. Jika kamu mampu dan bisa jadi bagian untuk membantu, mengapa tidak dimulai dari sekarang?

Salurkan donasi Anda dengan cara:

  • Klik “DONASI SEKARANG
  • Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  • Dapat laporan via email
  • Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan yang terkumpul.