Rintih Bu Jumiati Terpisah dari Suami Lawan Kanker

Bantu Post – Bu Jumiati sempat lama menahan sakit dari benjolan yang terdapat di dada dan tidak pergi ke dokter karena takut anaknya putus sekolah karena kekurangn biaya. Tetapi setelah payudaranya mengeluarkan darah, dokter mendiagnosa bahwa bu Jumiati memiliki kanker yang bersemayam di tubuhnya. Demi membiayai pengobatan sang istri, Pak Sidik pergi merantau ke Taiwan dan sudah 2 tahun tidak pulang.

Terkadang bu Jumiati sendirian menghabiskan waktu 5 jam perjalanan dalam bus untuk berobat. Selama itu pula bu Jumiati menahan sakit pada bagian payudaranya, bahkan terkadang meneteskan darah. Jangankan mengajak anaknya untuk menemani, uang yang dimiliki terkadang pas-pasan untuk melakukan kemoterapi. Tidak jarang bu Jumiati menunda membeli obat karena sudah tidak memiliki uang.

Ketegaran bu Jumiati dalam menghadapi kanker diuji selama 2 tahun tanpa seorang suami. Demi membiayai pengobatan sang istri, Pak Sidik merantau ke Taiwan, mencari uang dengan menerjang ombak tinggi sebagai seorang nelayan dan menjadi kuli bangunan tinggi. Terkadang kekhawatiran muncul dalam benarknya, namun bayangan wajah seorang istri membuatnya tidak gentar menghadapi semuanya.

Sebetulnya bu Jumiati sudah merasakan keluhan gatal serta sakit dari benjolan yang terdapat pada payudara kanannya sejak lama, namun ia takut anaknya mengalami putus sekolah jika uang yang ada digunakan untuk berobat. Nahas, lambat laun benjolan tersebut sudah mengeluarkan nanah, bahkan sering kali ketika banung tidur baju bu Jumiati basah dengan darah.

Saat diagnose dokter keluar, bu Jumiati tidak dapat berkata-kata dan menangis, terdapat sekitar 4 benjolan tumor yang sedang berkembang menjadi kanker. Selepas itu kondisi bu Jumiati semakin memburuh, ia bahkan pernah pingsan karena tidak kuat menahan sakit yang sangat intens.

Sekarang bu Jumiati harus menjalani operasi pengangkatan payudara kanan serta melakukan kemoterpai supaya kanker tidak menyebar ke bagian lain seperti otak, paru, dan payudara kiri. Tetapi bagaimana mungkin ia dapat mencukupi biaya yang mencapai puluhan bahkan ratusan juta? Sang suami sering kali tidak mendapatkan panggilan kerja di Taiwan, terkadang ia berbulan-bulan tidak dapat mengirim uang.

Tanpa adanya pertolongan kita, ketiga anak bu Jumiati yang sudah putus sekolah bisa juga kehilangan seorang ibu. Kanker akan terus menyebar serta menghadirkan sakit yang luar biasa sampai tubuh bu Jumiati yang tidak berdaya berhenti berfungsi.

#OrangBaik, mari kita satukan hati dan memberikan pertolongan untuk bu Jumiati dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang ingin di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang ada seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga dapat membagikan halaman galang dana saya ini supaya semakin banyak orang yang turut menemani perjuangan Bu Jumiati dalam melawan kanker payudara tersebut.

#OrangBaik, Terima Kasih.