Tubuh Mungil Diandra Lawan Infeksi Darah

Bantu Post – Hawa dingin yang menusuk tidak kunjung pergi, tidak juga mengenal siang dan malam. Di dalam balutan selimut itu, Diandra terbaring lemah dengan sebuah bohlam kuning terpasang tepat di atasnya untuk menjaga tubuhnya tetap hangat. Hanya itulah yang dapat dilakukan oleh kedua orang tuanya untuk Diadra yang terlahir premature 7 bulan.

Kecelakaan motor yang dialami Bu Windy merupakan awal mula terjadinya tragedi ini. Dimana saat itu Bu Windy tengah mengandung 7 bulan, dan terjatuh dari motor yang membuatnya harus melahirkan bayinya keesokan harinya.

Diandra, seorang bayi dengan tubuh yang sangat mungil akhirnya lahir secara normal. Namun, orang tuanya tidak mampu membawa Diandra ke RS karena keterbatasan biaya. Bayi yang terlahir premature seharusnya mendapatkan perawatan didalam incubator, tetapi Diandra hanya dapat terbaring di rumah dengan balutan selimut serta bohlam berwarna kuning yang membantu menghangatkan tubuhnya.

Diandra yang tidak kunjung membaik, bahkan tubuhnya sampai membiru dan menguning dengan tubuh yang lemas membuat Diandra tidak dapat berbuat apa-apa. Walaupun hanya mengantongi recehan, orang tua Diandra akhirnya nekat membawanya ke RS.

Perawatan Diandra di RS tidak berjalan lama, dan terpaksa membuat orang tuanya membawa pulang Diandra, karena tidak mampu membayar biaya pengobatan yang dibutuhkan Diandra. Dengan kondisi yang semakin menurun disertai nafas yang sesak, Diandra kembali terbaring di bawah lampu bohlam.

Tiba-tiba saja listrik mati, bohlam yang membantu menghangatkan tubuh Diandra padam. Tubuh mungil Diandra menggigil yang membuat tubuhnya kembali membiru dan disaat itu juga orang tua Diandra kembali membawanya ke RS. Tanpa membuang waktu, sekarang Diandra mendapatkan perawatan intensif di ruang Antorium karena Diandra menderita infeksi darah dan dehidrasi berat.

Dengan berat hati, sang ayah terpaksa tidak bisa menemani Diandra di RS karena ayahnya harus kembali bekerja. Walaupun terlahir dengan segala keterbatasan fisiknya (postur tubuh yang kecil), sang ayah tidak lelah berjualan bakso ikan dari jam 11 siang sampai jam 12 malam.

Mendorong gerobak dagangannya saja sudah menjadi sebuah tantangan bagi sang ayah. Ia juga rela bekerja 13 jam sehari tanpa ada rasa ngeluh sama sekali, demi upah 30-50 ribu untuk kesembuahan buah hatinya Diandra.

#OrangBaik, yuk bersama kita membantu kesembuhan Diandra lewat perawatan intensif yang harus ia jalani. Orang tuanya sudah memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, yang dibutuhkan Diandra saat ini hanyalah harapan dan harapan itu yang dapat kita berikan, dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang mau di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang tersedia seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga dapat membagaikan halaman galang dana ini sehingga semakin banyak yang dapat menemani perjuangan orang tua Diandra untuk dapat membiayai semua kebutuhan perobatan adik kita.

#OrangBaik, Terima Kasih Banyak.