Bantu Franders Implan Koklea Agar Bisa Mendengar

Ternyata selama ini Franders tidak bisa mendengar suaraku…

Siapa pun #OrangBaik di luar sana, tolong bantu pecahkan kesunyian di hidup Franders.

——————

Ia tetap asyik bermain tanpa peduli panggilan dari kami, ayah dan ibunya. Tetapi ia tetap ceria. Franders anak yang aktif, periang, suka tersenyum dan tertawa, makan pun lahap dan tidak pernah cerewet. Super duper baik, tidak pernah menyusahkan, dan sangat menggemaskan.

#OrangBaik, perkenalkan nama saya Venny. Saya ibu dari Franders anak kecil yang lucu ini.

Banyak yang bilang dan bertanya, kenapa baru sekarang sadar kalau Franders mengalami gangguan pendengaran saat usianya sudah 3 tahun? Kami orang tua pun sudah timbul kecurigaan saat usianya 1 tahun, tapi kami masih berpikir Franders hanya mengalami Speech Delay.

Franders hanya bisa mengucap kata mama, mamam, dan mau. Banyak dari keluarga dan teman-teman yang bilang kalau bisa menyebut kata mama artinya bisa bicara tapi terlambat saja. Akhirnya setelah umur 2 tahun, Franders mengikuti terapi wicara tetapi tidak ada perubahan sama sekali.

Ada pula yang menghakimi saya, bilang kalau saya jarang mengajaknya mengobrol. Padahal saya 24 jam bersama Franders terus, saya bukan robot yang diam saja. Sejak Franders bangun pagi sampai tidur malam saya ajak mengobrol terus, saya ajarkan dia berbicara selayaknya seorang ibu mengasuh dan mendidik anaknya.

Dokter mendiagnosis kemungkinan saya terserang Virus Rubella ketika hamil yang akhirnya mengganggu perkembangan telinga Franders ketika dalam kandungan. Kata mama tidak mengartikan kalau Franders bisa berbicara, karena kalau dia bisa mendengar pasti dia bisa bicara lebih banyak. Seketika rasanya langit runtuh tepat di atas kepala saya…

Namun dokter THT di Bangka Belitung tidak memiliki alat yang cukup untuk mengecek Franders, Franders akhirnya dirujuk ke Jakarta. Di tengah wabah pandemi kami terus berjuang untuk kesembuhan Franders, kami berangkat ke Jakarta meski dengan segala keterbatasannya.

Alhasil dari pemeriksaan itu, Franders diketahui menderita tuli saraf sangat berat di kedua telinganya. Selama ini hidup Franders sunyi dan belum pernah mendengar suara kami orang tuanya. Saya sangat terpukul dan sedih, anak sekecil itu harus merasakan penderitaan yang berat.

Sorot matamu adalah caraku mengertimu…

Solusi yang ditawarkan adalah operasi Implan Koklea. Tanpanya, Franders mungkin akan menderita bisu dan tuli permanen. Tapi biaya untuk operasi Implan Kokleanya bisa sampai 450 juta Rupiah. Termasuk untuk biaya perawatan, obat, dan terapi untuk 9 bulan pasca operasi.

Saya hanya berharap anak saya bisa normal memecahkan kesunyian yang selama ini ia rasakan. Bisa mendengar dan mengenali suara kami ayah dan ibunya. Saya pun terus mengajaknya berdoa bersama, meski ia tak bisa mendengar doa yang saya panjatkan untuknya.

#OrangBaik, yuk bersama kita satukan hati untuk bantu Franders memecah kesunyiannya lewat operasi yang harus ia jalani. Caranya:

1. Klik tombol DONASI SEKARANG

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, Dana, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, teman-teman juga bisa membagikan halaman galang dana saya ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak yang ikut membantu dan turut menemani perjuangan saya.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman.