Bantu Pak Ismail Sembuh Cedera Kepala Demi Istri

Bantu Post – Ketika tengkoraknya pecah akibat kecelakaan kerja sebagai kuli, Pak Ismail tidak berhenti memanggil nama istrinyayang sudah merautau selama 2 tahun. Sudah lama belahan jiwanya tidak mengirim kabar, kondisi semakin berat saat Pak Ismail jauh dari tangga dan kepalanya menghantam ubin. Tanpa bantuan kita, impian Pak Ismail melihat istrinya lagi akan sirna.

2 tahun yang lalu Pak Ismail memeluk istrinya dengan erat, ia tidak tahu lagi kapan dapat bertemu belahan jiwanyayang merantau sebagai TKI demi membantu ekonomi keluarga. Sebelum berangkat Bu Heriani mencium kening 3 anaknya, dan memberikan pesan supaya selalu membantu sang ayah dalam mengarungi kehidupan.

Sekarang sudah 2 tahun belalu, tetapi Bu Heriani tidak kunjung kembali pulang. Ia juga jarang meninggalkan kabar bahkan terakhir kali keluarga baru tahu bahwa paspor beserta KTP hilang di Malaysia. Pak Ismail tidak berhenti memanggil nama sang istri, menangis dan meracau akibat rindu. Sedihnya, ia sekarang terbaring dengan tengkorak yang pecah.

Saat Pak Ismail sedang bekerja sebagai kuli di sebuah sekolah, ia sedang menaiki tangga untuk membetulkan lampu yang korslet. Entah mengapa tangga yang ia gunakan oleng sehingga Pak Ismail terjatuh dari ketinggian yang membuat kepalanya menghantam ubin. Saat ditolong sang anak bungsu yang diajak untuk belajar kerja, Pak Ismail sudah tidak sadarkan diri,

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa cedera yang dialami Pak Ismail sangat serius, bahkan tulang tengkorak Pak Ismail pecah. Sampai detik ini kesadaran Pak Ismail belum pulih seutuhnya, sakit pada bagian kepala sering membuatnya menjambak rambut.

Tanpa adanya tindakan operasi, Pak Ismail dapat mengalami kematian sel otak yang dapat berakibat fatal. Rasa sakit pada bagian kepalanya akan semakin intens sampai sekujur tubuhnya kehilangan fungsi karena cedera yang tidak ditangani dengan benar.

Sekarang keluarga sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, terlebih lagi karena penghasilan sang ayah sebagai kuli dulu pas-pasan. Dulu waktu masih sehat Pak Ismail bahkan dapat menghabiskaan 2 bulan mencari panggilan kerja. Irfan anak Pak Ismail yang bungsu masih berusia 17 tahun, ia sudah putus sekolah sejak SMP. Ilham si sulung mencari nafkah sebagai driver ojol, di tengah pandemic seperti sekarang hanya dapat membawa pulang Rp 50 ribu sudah bersyukur.

Tindakan operasi yang terus tertunda akan membuat Pak Ismail kehilangan kesadaran sampai matanya tidak terbuka selamanya. Angan-angan untuk memeluk istrinya di rumah juga menjadi mimpi yang terbawa hingga akhirat nanti.

#OrangBaik, mari kita satukan hati dengan memberikan sedikit bantuan untuk perjuangan Pak Ismail agar dapat memeluk istrinya dan berkumbul dengan anak-anaknya, dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang mau di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang tersedia seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tidak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga dapat membagaikan halaman galang dana Pak Ismail ini sehingga semakin banyak yang dapat menemani perjuangan Pak Ismail untuk dapat memeluk istrinya dan kumpul dengan anak-anaknya.

#OrangBaik, Terima Kasih Banyak.