Lula Tak Ingin Menyusul 4 Kakaknya Ke Surga

Bantu Post –Hancur rasanya, sudah 6 tahun berjuang untuk anak saya yang sudah tiada, tetapi sekarang Aura juga mengalami hal yang sama. Masa kami harus kehilangan anak lagi untuk kelima kalinya? Sejujurnya terkadang saya sudah tidak kuat, tetapi hanya Aura anak saya yang tersisia. Dia darah daging saya, kalau dia pergi juga saya tidak tahu apakah saya masih bisa bertahan, ucap Bu Nurlina, ibunya Lula.

Assalamualaikum #OrangBaik,

Saya Nurlina yang adalah ibu dari Lula. Saya sudah kehilangan 4 anak saya, tinggal Aura satu-satunya anak yang saya miliki. Beberapa bulan yang lalu saya kehilangan anak saya Dicha yang hidup dengan penyakit yang membuat hidung dan telinganya mengalami pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Sekarang, Lula mengidap penyakit yang sangat mirip dengan mendiang kakaknya.

Ketika Anak saya Lula mulai sakit, saya sedang fokus mengurus Dicha dan menitipkan Lula di rumah kerabat saya. Akhirnya Dicha meninggal di depan mata saya dengan darah yang mengucur keluar dari tubuhnya. Tanpa sepengetahuan saya, ternyata Lula mulai mengalami demam dan sekujur tubuhnya lebam.

Sewaktu dokter mendiagnosa kalau Lula mengidap penyakit yang mirip dengan kakaknya, rasanya dunia saya semakin hancur. Saya tidak membayangkan kalau nantinya kembali melihat anak saya di pompa darah transfusi untuk bertahan hidup, rasanya hidup saya seperti mimpi buruk yang terus berulang.

Demi pengobatan, saya dan Lula akhirnya pergi dari Balikpapan ke Samarinda, jauh dari rumah dan tempat ayah Lula bekerja. Sampai sekarang badan Lula selalu panas dan mengeluarkan darah, Karena daya tahan tubuhnya sangat lemah, kamar di RS harus selalu steril dan Lula tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan orang lain. Walaupun begitu, penanganan ini belum cukup.

Darah Lula harus segera dibawa ke Jerman karena tidak ada alat di Indonesia yang dapat memberikan vonis penyakit yang di derita Lula. Selain itu, dia juga harus secepatnya dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang layak.

Bagaimana mungkin saya dapat mencukupi biaya tersebut? Di Samarainda saja saya hidup terlunta-lunta, saya bahkan dibiayai oleh dokter yang merawat Lula supaya bisa punya kontrakan. Suami saya jauh di Balikpapan bekerja di bengkel, dan dia ingin bertemu Lula, namun kalau dia tidak bekerja siapa yang dapat menafkahi kami? Penghasilannya hanya Rp 50/hari, jauh sekali dari biaya RS.

Jika anak saya tidak mendapatkan pertolongan, dia akan terus mengeluarkan darah sampai akhirnya tubuhnya berhenti berjuang. Saya tidak sanggup harus kehilangan anak lagi, terkadang mau menyerah tapi tidak mungkin. Hanya Lula yang saya miliki di dunia ini, tidak ada harta atau apapun yang dapat menggantikan anak saya.

#OrangBaik, tanpa bantukan kita Bu Nurlina bisa kembali kehilangan buah hatinya untuk kelima kalinya. Mari jangan biarakan ia berjuang sendiri dan mari kita membantu pengobatan Lula dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang mau di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang tersedia seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Selain mendoakan dan berdonasi, #OrangBaik juga dapat membagikan halaman galang dana ini supaya semakin banyak uluran tangan penuh kebaikan yang membantu untuk membiayai pengobatan Lula, sehingga dapat kembali kedalam pelukan ayahnya.

#OrangBaik, Terima Kasih Banyak.