Otak Terancam Rusak, Hidrosefalus Kuasai Kepalanya

Bantu Post – Egi sejak lahir telah mengidap Hidrosefalus, dimana hidung dan kepalanya penuh dengan cairan. Bagaimana hembusan nafas kecilnya?

Siti Nuraidah, hanya dapat menangsi dan mendoakan yang terbaik untuk sang buah hatinya, Egi (15 bulan) yang mempunyai penyakit mengiris hati siapapun yang melihatnya.

Saat melahirkan buah hatinya, Egi, 15 bulan yang lalu, Siti tidak merasakan keanehan apapun pada kehamilannya. Hanya rasa mual seperti ibu hamil pada umumnya.

Namun, saat pertama kali Egi melihat dunia, saat itu juga terdapat benjolan yang terletak pada bagian hidung di antara kedua matanya. Namun orang tua Egi mengira benjolan tersebut merupakan sebuah tanda lahir.

Pilu rasanya, benjolan itu semakin hari semakin berkembang dan membengkak. Sehingga akhirnya Egi dibawa ke puskesmas dengan tangan kosong berharap benjoalan tersebut bukan tempat penyakit berbahaya.

Tidak ada jawabab, Egi dirujuk ke rumah sakit umum di kota Cianjur. Berjam-jam menunggu hasil dari benjolan tersebut.

Ternyata dokter mengatakan bahwa Egi mengidap penyakit Hidrosefalus (cairan menumpuk di dalam otak) sampai kepala Egi membesar. Setiap egi mencoba mengangkat kepalanya ia menangsi dan selalu gagal.

Awan tiba-tiba gelap, langit runtuh, tanah seperti ditelan bumi. Egi dinyatakan tidak akan bisa sembuh total kecuali di dalam kepalanya dipasang selang sampai perut untuk membuang cairan yang menumpuk.

“Setiap aku ajak ngobrol anakku… matanya tidak melihatku. Melainkan mata kirinya menatap ke atas, mata kanan memandang ke bawah. Tak sengaja, air mataku jatuh di wajah anakku. Bagaimana ia bisa mengenalku? Melihatku dengan matanya yang indah.

Apalagi, dokter menyarankan untuk memasukan selang di kepala anakku sampai perut. Mendengarnya seperti hatiku teriris, hidupku tak ada nyawanya. Anakku akan kesakitan, tapi bagaimana bisa aku bawa anakku ke ruang operasi dengan biaya yang besar?

Mungkin, itu jalan satu-satunya yang terbaik untuk Egi, namun aku belum bisa memenuhinya sampai detik ini. Maafin Ibu ya nak… Egi harus kuat.. Ibu selalu ada di samping Egi..” ungkap Siti, sang ibunda Egi.

Kini, Egi tubuhnya terus demam, nafasnya sesak dan masih berjuang melawan penyakit yang bersarang di tubuhnya.

Sahabat, Egi harus segera dioperasi jika tidak secepatnya akan menyebabkan kerusakan pada otak, keterlambatan mental dan fisik pada diri Egi.

Tapi, ayahnya hanya seorang buruh petani yang penghasilannya sehari 50-80 ribu. Perjuangan orang tuanya sangat menyayat hati, sampai menjual hewan ternak, menggadaikan sawah, menjual barang yang ada di rumah. Sayangnya, uangnya belum juga cukup.

Padahal untuk sekali pulang pergi ke rumah sakit saat ini orang tua Egi harus mengeluarkan biaya sebesar 500-800 ribu untuk merental mobil dan berjarak sekitar 175 km.

OrangBaik, sejak lahir orang tuanya hanya melihat Egi sedang menangis, tak pernah tersenyum. Egi butuh bantuan kita untuk lepas dari hidrosefalus, dengan cara:

1. Klik DONASI INI
2. Isi nominal yang mau di donasikan
3. Pilihlah berbagai metode pembayaran yang tersedia seperti Gopay, LinkAja, JeniusPay, Virtual Account, atau melalui transfer bank

Tak hanya berdonasi secara materiil, #OrangBaik juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar bisa bantu Egi segera jalani operasi ambil cairan otak di RS! Niscaya, Egi bisa kembali pulih, tumbuh sehat dan kuat jadi kebanggaan hati ayah dan ibu tercinta.