Owi dan 19 Orang Utan Lainnya Butuh Perhatian

Bantu Owi dan kawan-kawannya agar tetap ceria dan lestari

Orangutan adalah satu-satunya primata besar endemik di Indonesia. Saat ini hanya tersisa di pulau Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan analisa Serikat Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN), saat ini status konservasi orangutan terancam kritis. Artinya kondisi flora tersebut menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar, tak terkecuali Owi dan kawan-kawannya.

Owi adalah orangutan jantan yang sejak 15 Januari 2016 berada di Pusat Rehabilitasi Orangutan BORA (Borneo Orangutan Rescue Alliance) yang berada di Berau, Kalimantan Timur. BORA merupakan nama pusat rehabilitasi yang dinaungi oleh Center for Orangutan Protection (COP).

Owi ditemukan pekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. Saat itu, Owi masih berusia 1,5 tahun. Karena kasihan pekerja tersebut membawa Owi. Selanjutnya Owi berpindah tangan ke seorang tentara di Tenggarong yang akhirnya menyerahkan Owi untuk direhabilitasi di BORA.

Selama di BORA, Owi sangat senang bermain. Jika sekolah hutan tiba, Owi masih lebih suka bermain di bawah, di lantai hutan, bergulung-gulung dan mengganggu perawat satwa. Selain itu, Owi sangat suka menggigit orang baru. Hampir semua orang di BORA pernah digigitnya. Rasanya… seperti kejepit pintu.

Owi juga sedang nakal-nakalnya. Saat makan pagi di kandang, sebenarnya Owi sudah mendapatkan jatah makanannya. Namun tangannya yang panjang sering sampai ke kandang sebelah. Mungkin saja ada buah yang belum dimakan orangutan yang berada di kandang sebelah. Sering dapat karena Owi termasuk orangutan yang gesit.

Sekarang Owi berada dalam satu kandang dengan tiga orangutan lainnya. Hal itu lantaran sudah empat bulan ini kandang Owi tertimpa pohon tua. Bagian atap rusak dan besi bagian atas patah. Tentu saja material dan biaya perbaikan menjadi kendala.

Saat sekolah hutan, orangutan Owi juga membutuhkan pengawasan ekstra. Latihan ini sering terlewatkan karena kurangnya perawat yang mendampingi. Kami berharap ada yang mau membantu lewat donasi ini untuk biaya tambahan merekrut satu orang perawat satwa lagi untuk Owi. Sehingga, Owi dapat berlatih maksimal selama di sekolah hutan.

Bukan hanya untuk menambah perawat satwa, kami juga sangat butuh bantuan dalam hal medis. Perlu diketahui, pusat Rehabilitasi BORA (Borneo Orangutan Rescue Alliance) memiliki program Posyandu Orangutan.Pemeriksaan laboratorium juga memakan biaya yang tidak sedikit. Pemeriksaan ini untuk mengetahui sejak dini jika ada orangutan menderita suatu penyakit.

#OrangBaik, rehabilitasi, pembangunan kandang adalah proses yang memakan waktu dan biaya. Mari kita bantu Owi dan orangutan lainnya agar bisa hidup layak dan nyaman dengan cara:

  1. Klik “DONASI SEKARANG” 
  2. Masukkan nominal donasi 
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/Dompet Kebaikan/Kartu Kredit) 
  4. Kamu akan mendapatkan laporan via email 

Dengan ikut berdonasi di #BisaNolongHewan, kamu sudah membantu hewan-hewan untuk bisa hidup semestinya.

Kitabisa bekerjasama dengan Center for Orangutan Protection untuk pengumpulan cerita, asesmen kebutuhan, penyaluran donasi dan implementasi di lapangan.